Balikpapan, Petrominer — Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said meresmikan pengoperasian tiga SPBG dan jaringan gas untuk rumah tangga di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jum’at (17/6). Infrastruktur gas ini merupakan penugasan pemerintah kepada PT Pertamina (Persero).
Ketiga SPBG tersebut merupakan bagian dari 56 SPBG penugasan dari pemerintah kepada Pertamina. Adapun anggaran yang terserap untuk pembangunan tiga SPBG di Balikpapan sekitar Rp103,5 miliar.
Fasilitas SPBG terdiri dari SPBG Mother Station Rapak Balikpapan yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani, Rapak Balikpapan, SPBG Daughter Station Balikpapan di Jl. Iswahyudi, Balikpapan, dan SPBG Daughter Station Balikpapan di Jl. Pattimura, Balikpapan. SPBG Mother Station Rapak Balikpapan berkapasitas 1 mmscfd dengan sumber gas dari Chevron Indonesia Company, sedangkan dua SPBG Daughter Station masing-masing berkapasitas 0,5 mmscfd yang bersumber dari Mother Station Rapak Balikpapan.
Sementara jargas rumah tangga yang dilakukan ground breaking berupa jaringan gas kota di Balikpapan untuk 3.849 sambungan rumah tangga dengan alokasi gas 0,5 MMSCFD dari Chevron Indonesia Company. Anggaran pembangunan menggunakan APBN 2016 dengan total nilai sekitar Rp 52,2 miliar.
Sudirman Said mengatakan, pemerintah sangat serius dalam upaya penyediaan sumber energi bersih dan murah kepada masyarakat. Langkah yang ditempuh pemerintah adalah membangun infrastruktur gas bumi sebanyak-banyaknya untuk menfasilitasi pemenuhan kebutuhan gas bumi di masyarakat, utamanya di sektor transportasi dan rumah tangga.
“Pembangunan SPBG dan Jargas di Balikpapan dan Jargas untuk Bulungan adalah bagian dari komitmen serius pemerintah untuk penyediaan gas bumi kepada masyarakat. Pemerintah telah menugaskan BUMN untuk pembangunan infrastruktur gas bumi, baik SPBG maupun jaringan gas rumah tangga atau city gas. Untuk Pertamina, sejauh ini pemerintah telah menugaskan sebanyak 56 SPBG dan 89.232 sambungan gas rumah tangga,” kata Sudirman.
Pertamina mendapatkan penugasan untuk pembangunan SPBG sebanyak 56 unit yang tersebar di DKI Jakarta dan 21 kabupaten/kota lainnya. Dari penugasan tersebut, 14 unit telah beroperasi, 40 unit siap beroperasi dan 2 unit dalam tahap pembangunan.
Adapun jaringan gas rumah tangga penugasan kepada Pertamina saat ini 18.976 sambungan rumah tangga telah beroperasi, 30.407 sambungan rumah tangga segera beroperasi dan tahap pembangunan dan rencana pembangunan tahun ini sebanyak 39.849 sambungan rumah tangga.
Sementara itu, Vice President Communication Pertamina Wianda Pusponegoro menyatakan infrastruktur gas di Balikpapan akan sangat bermanfaat untuk mendukung upaya pemerintah dalam penyediaan energi bersih dan ramah lingkungan. Pengembangan infrastruktur gas sejalan dengan target pemerintah untuk bauran energi nasional untuk gas bumi sebesar 22% pada 2025.
“Pertamina akan berupaya dengan sebaik-baiknya melaksanakan penugasan pemerintah untuk mengembangkan infrastruktur gas bumi. Komitmen tinggi dari pemerintah daerah di Balikpapan sangat positif untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur gas bumi guna mendukung upaya konversi BBM ke BBG,” jelas Wianda.








Tinggalkan Balasan