Anjungan East Mandu (MD1) di Area South Mahakam, Blok Mahakam, Kalimantan Timur.

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mengumumkan dimulainya pekerjaan konstruksi tiga anjungan lepas pantai untuk lapangan Sisi Nubi dan South Mahakam, Kalimantan Timur. Proyek dengan investasi sebesar US$ 105 juta ini akan mendukung 20 persen produksi blok Mahakam pada tahun 2024 mendatang.

Proyek ini diawali ditandatanganinya kontrak Engineering, Procurement, Supply, Construction and Commissioning (EPSCC) oleh PHM dan PT Meindo Elang Indah (MEI), Senin (27/7).

Seremonial penandatangan kontrak dilaksanakan secara daring. PTH Direktur Utama PHM, Danar Dodjoadhi, dan Direktur Meindo Elang Indah, Stephanie Chan, menandatangani kontrak EPSCC tersebut. Disaksikan oleh Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas, Sulistya Hastuti Wahyu, dan Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa SKK Migas, Erwin Suryadi.

Ketiga anjungan tersebut adalah Jumelai yang akan dipasang di lapangan South Mahakam, dan North Sisi serta North Nubi untuk lapangan Sisi Nubi. Proyek yang dinamai JSN ini diharapkan selesai pada kuartal IV tahun 2021.

Kontrak EPSCC ini merupakan bagian penting dalam kegiatan produksi migas di blok Mahakam. Nilai kontrak mencapai US$ 105 juta, berdurasi 18 bulan, dengan komitmen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 51,2 persen.

Menurut Danar, produksi migas dari proyek ini akan menopang 20 persen produksi blok Mahakam di tahun 2024. Pada saat produksi puncak, kontribusi dari ketiga anjungan ini diharapkan akan mencapai 120 MMSCFD.

Dalam proyek ini, PHM juga membuat berbagai upaya efisiensi dari sisi desain sehingga anjungan yang dibangun lebih ringan 66 persen. Ini disesuaikan dengan kapasitas cadangan gas yang ada. Selanjutnya, gas yang diproduksi akan disalurkan ke fasilitas pengolahan Pertamina Refinery Unit (RU) V di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Sulistya menyambut baik realisasi proyek di tengah masa pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pasalnya, proyek ini akan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal maupun nasional.

“Kegiatan ini sekaligus merealisasi satu bagian yang harus dilakukan SKK Migas dan KKKS untuk mendukung pencapaian target produksi 1 juta barel pada tahun 2030,” ungkapnya.

Apresiasi juga diberikan SKK Migas kepada PHM karena Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) ini mampu menghasilkan potensi efisiensi dari tender EPSCC tersebut sebesar US$ 17,6 juta terhadap owner estimate yang diusulkan kepada SKK Migas pada saat persetujuan rencana tender.

“Semoga dalam pelaksanaannya nanti kegiatan dapat direalisasi sesuai rencana sehingga potensi penghematan itu menjadi nyata,” ujar Sulistya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here