Serah terima Ketua API-IMA dari Martiono Hadianto (kanan) ke Ido Hutabarat (kiri). (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer — Pengurus Asosiasi Pertambangan Indonesia (API-IMA) periode 2016-2018 berencana menjadikan asosiasi ini menjadi lebih terbuka dan lebih banyak berhubungan dengan asosiasi maupun institusi lain. Kebijakan ini diambil demi pengayaan bagi stakeholder di AP-IMA.

Sikap tersebut sangat diperlukan API-IMA yang saat ini sedang disibukan oleh revisi Undang-Undang No.4 Tahun 2009 tentang Pertambangan dan soal moratorium tambang. Apalagi, kedua hal tersebut sudah begitu mencemaskan bagi para pengusaha tambang.

“Kedua hal itu sangat penting saat ini dan harus diperhatikan oleh API-IMA dan masyarakat pertambangan,” ujar Ketua API-IMA 2016-208, Ido Hutabarat, dalam acara “Pisah Sambut” pengurus baru dengan pengurus lama API-IMA, Kamis malam (26/5).

Menurut Ido, untuk revisi UU Pertambangan, API-IMA sudah menyampaikan hal-hal yang menjadi concern kepada pemerintah dan juga kepada pihak-pihak lain. Karena itu, pihak API-IMA berharap pemerintah bisa mempertimbangkannya.

“API-IMA tetap sebagai mitra pemerintah. Perusahaan di bawah API-IMA harus bermitra dengan pemerintah. Jika tidak bermitra dengan pemerintah, tidak bisa menjalankan bisnisnya,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ido memberikan penghargaan yang setinggi-tinggi kepada mantan Ketua API-IMA 2014-2016, Martiono Hadianto. Diakuinya, sudah banyak sekali kontribusi yang diberikan Martiono terhadap pertambangan di Indonesia. Karena itulah, dia berharap dapat berdiskusi lebih lanjut dengan Madiono, sebagai seorang senior di pertambangan, untuk kemajuan API IMA.

“Mengenai UU Pertambangan seperti yang disampaikan Martiono betul sekali bahwa sebuah UU juga harus memperhatikan sisi komersialnya. Program IMA yang baru dicanangkan adalah setiap bulan mengadakan sharing dengan perusahaan yang berada di bawah API IMA. Perusahaan dapat mengemukakan apa masalahnya, bagaimana operasional, apa yang telah dicapai, apa yang sudah diberikan pada stakeholder,” tutur Ido.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here