Seorang Pekerja tengah melakukan aktivitas di fasilitas pemrosesan Senipah-Peciko-South Mahakam (SPS), yang mengolah minyak dan gas bumi dari blok Mahakam di Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Jakarta, Petrominer – Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto, menyatakan yakin target lifting minyak dan gas bumi (migas) tahun 2020 sebesar 1.946 ribu barrel oil equivalent per day (MBOEPD) bisa dicapai. Pasalnya, ada tambahan produksi signifikan dari 11 proyek migas yang akan onstream tahun ini.

Dwi Soetjipto menjelaskan, realisasi lifting migas sampai akhir tahun 2019 mencapai 1.805 ribu MBOPD, dengan rincian lifting minyak 746 MBOPD dan gas 1.060 MBOEPD. Sementara untuk tahun 2020, telah dicanangkan target lifting minyak sebesar 755 MBOPD dan gas 1.191 MBOEPD.

“Kami optimis target lifting tahun 2020 bisa dicapai menyusul adanya tambahan produksi dari 11 proyek yang dijadwalkan onstream sampai akhir tahun ini,” tegasnya.

Dwi Soetjipto berharap, ke-11 proyek tersebut dapat memberikan tambahan produksi minyak sebesar 7.200 BOPD dan gas 153 juta kaki kubik per hari (MMSCFPD. Tambahan produksi ini diharapkan bisa menopang upaya pencapaian target lifting migas tahun 2020. Nilai investasi dari ke-11 proyek tersebut mencapai US$ 189,7 juta.

Lihat juga: Ini 13 Proyek Migas Onstream Tahun 2019

Ke-11 proyek tersebut dijawalkan onstream pada kuartal I hingga kuartal III tahun 2020. Pada kuartal I, ada tiga proyek yang akan onstreamm yakni Petronas Bukit Tua Phase-3 (Petronas), Grati Low Pressure (Ophir) dan Buntal-5 (Medco E&P Indonesia).

Pada kuartal II ada lima proyek, yakni Randugunting-2 (PHE), Betung Compressor (PEP), Sembakung PowerPlant (PEP), MSTB (EMP) dan Meliwis (Ophir). Sementara pada kuartal III ada tiga proyek, yakni Cantik-2 (Sele Raya), LP MP SK 19 Compressor (PEP) dan Peciko 8A (PHM).

Rencana proyek migas yang onstream sampai akhir tahun 2020 (SKK Migas).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here