Kaur, Bengkulu, Petrominer – Upaya mengejar ketertinggalan Provinsi Bengkulu dari sektor kelistrikan dijawab tuntas dengan dilaksanakannya peresmian Desa Berlistrik, yaitu Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur. Hal ini sekaligus menandai pencapaian 100 persen Rasio Desa Berlistrik di Provinsi Bengkulu.

Acara peresmian Desa Berlistrik tersebut dilakukan di Lapangan Garuda, Kota Bintuhan, Kaur, Bengkulu, Rabu (24/4). Acara ini dihadiri Kepala Dinas ESDM Bengkulu, Ahyan Endu, Bupati Kaur, Gusril Fauzi, Executive Vice President Distribusi Operasi Regional Sumatera PT PLN (Persero), Supriyadi, Manager Executive Direksi PLN, Tony Belami, dan General Manager PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan Jambi dan Bengkulu, Daryono.

Dalam sambutannya, Bupati Kaur Gusril Fauzi menyampaikan ucapan terima kasih kepada PLN atas pembangunan yang telah dilakukan untuk mengalirkan listrik kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Kaur. Dia juga menyampaikan rasa bangganya karena dengan masuknya listrik ke Desa Tanjung Aur ini, maka total sebanyak 192 desa di Kabupaten Kaur telah berlistrik.

“Dengan begitu, seluruh desa di Kabupaten Kaur kini telah dialiri listrik. Untuk itu saya berharap kepada seluruh masyarakat yang telah mendapatkan fasilitas ini untuk menjaga aset kelistrikan yang ada, sehingga dapat terus berkesinambungan pasokan listriknya,” ungkap Gusril.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas ESDM Bengkulu, Ahyan Endu. Atas nama Gubernur Bengkulu, Ahyan mengungkapkan kebahagiaan terkait masuknya listrik ke Desa Tanjung Aur. Ini menandai tercapainya 100 persen Rasio Desa Berlistrik se Provinsi Bengkulu.

“Dengan selesainya infrastruktur listrik di seluruh desa maka akan menjadi langkah penting untuk mendorong taraf hidup warga guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang lebih baik lagi,” tegasnya.

Sementara Supriyadi menyampaikan bahwa pembangunan jaringan kelistrikan menuju Desa Tanjung Aur meliputi pembangunan Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 18,96 kilometer sirkuit, Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 4,73 kilometer sirkuit serta gardu distribusi sebanyak 4 unit dengan investasi sebesar Rp 8,25 miliar.

“PLN akan terus mengembangkan infrastruktur ketenagalistrikan di seluruh pelosok tanah air untuk mendorong kemajuan daerah dan roda perekonomian. Saat ini di Provinsi Bengkulu, seluruh desa telah terakhir listrik, namun langkah kami tidak berhenti sampai disini saja, kami terus berupaya melistriki masyarakat hingga ke level dusun dan kampung-kampung, sehingga diharapkan seluruh masyarakat di pelosok negeri ini dapat menikmati listrik,” ungkapnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here