Kegiatan pengeboran di North Duri Development (NDD) Area 13 Lapangan Duri, Bengkalis, Riau.

Pekanbaru, Petrominer – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) terbukti mampu menjaga kinerja unggul Wilayah Kerja (blok) Rokan. Memasuki hari ke-100 pasca alih kelola, PHR telah berhasil mengebor 90 sumur tajak dan menaikkan tingkat produksi dari blok migas terbesar kedua di tanah air ini.

”Bangsa Indonesia dan masyarakat Riau pada khususnya patut berbangga dengan kesuksesan alih kelola blok Rokan. Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan seluruh pemangku kepentingan terkait sehingga blok Rokan terus dapat memberikan kontribusi optimal bagi negara dan daerah,” kata VP Corporate Affairs PHR, Sukamto Tamrin, dalam acara temu media di Pekanbaru, Selasa (16/11).

Menurut Sukamto, kelancaran proses transisi dan peralihan blok Rokan layak menjadi catatan tersendiri dalam sejarah industri migas. Ini juga bisa menjadi rujukan bagi blok migas terminasi lainnya di Indonesia.

Kelancaran alih kelola blok Rokan di antaranya terlihat dari kinerja keselamatan kerja dan produksi. Hingga kini, PHR mampu mencatatkan nihil kecelakaan fatal atau zero NOA (Number of Accident).

Dari sisi produksi, PHR juga berhasil mencapai tingkat produksi sekitar 162 ribu barrel oil per day (BOPD), atau naik 4 ribu BOPD dibandingkan sebelum alih kelola yang berada di kisaran 158 ribu BOPD. Kegiatan pengeboran sumur baru dan kerja ulang sumur lama terus dilakukan untuk meningkatkan produksi.

Produksi blok Rokan menyumbangkan sekitar 25 persen dari total jumlah produksi minyak nasional dan merupakan salah satu tulang punggung upaya pencapaian target produksi nasional minyak 1 juta BOPD dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) pada tahun 2030.

PHR secara resmi mengelola blok Rokan terhitung sejak 9 Agustus 2021 lalu. Dalam periode dua bulan pertama pasca alih kelola, PHR juga menyumbangkan penerimaan negara melalui penjualan minyak mentah bagian negara sekitar Rp 2,1 triliun dan pembayaran pajak sekitar Rp 607,5 miliar termasuk pajak-pajak ke daerah.

“Kinerja unggul PHR tentu sangat penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi nasional, pendapatan negara dan daerah, serta pencapaian visi Pertamina untuk menjadi perusahaan energi nasional kelas dunia,” ujar Sukamto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here