Jakarta, Petrominer – Hanya berbeda sehari, dua tokoh yang telah berbuat banyak untuk negeri ini tutup usia. Tokoh pers nasional, Jakob Oetama (88), wafat pada Rabu (9/9) dan dikebumikan keesokannya, Kamis (10/9), di Taman Makam Pahlawan, Jakarta. S. Zuhdi Pane (82), pakar perminyakan nasional, wafat pada Kamis (10/9) dan dimakamkan, Jum’at (11/9) di Pemakaman San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

Aktivitas kedua tokoh ini berkiprah di bidang berbeda. Namun, sosok kedua tokoh ini pernah terlibat atau setidaknya bersentuhan dalam PETROMINER.

Walaupun tidak dalam waktu bersamaan, Jakob Oetama ikut dimintai urun rembug pada waktu PETROMINER dalam tahap rencana penerbitannya dalam versi baru tahun 1994 lalu. Ketika itu, dia diajak bertemu dengan para pimpinan KNI (Kantorberita Nasional Indonesia), yakni Sumono Mustoffa, Djauhari dan Sutanto (ketiganya juga sudah meninggal dunia, red.).

Jakob Oetama.

Malahan, Jakob Oetama sempat berdebat seru dengan Sumono Mustofa dalam pertemuan tersebut yang berlangsung di kantor KNI, Jakarta. Meski begitu, sebagai dua sahabat lama mereka tetap saling mendukung dengan caranya masing-masing. PETROMINER pun akhirnya berdiri, terbit dan beredar di Jakarta tahun 1994 dalam format majalan bulanan berbahasa Inggris.

Kemudian, Saya dipercaya pimpinan (Sumono Mustoffa, red.) sebagai Managing Editor PETROMINER (1994-2014). Saat itu, PETROMINER adalah satu-satunya majalah berbahasa Inggris khusus membahas isu-isu di bidang minyak dan gas, pertambang dan energi. Ini tergambar dari kepanjangan PETROMINER, yakni Petroleum, Mining and Energy.

Selama terbitnya PETROMINER versi baru itu, Pertamina juga sempat ikut mewarnai. Bahkan, selama bertahun-tahun PETROMINER sempat berkantor di salah satu gedung milik perusahaan migas nasional itu. Dan tentunya juga mendapat pasokan istmewa data migas dari Pertamina.

S. Zuhdi Pane.

Saat kerjasama PETROMINER dan Pertamina ini (1994 -2000), S. Zuhdi Pane yang adalah tokoh perminyakan (upstream) dan masih aktif bekerja di Pertamina.

Semasa aktif di Pertamina, pria yang dijuluki “Kamus Berjalan” perminyakan nasional oleh kolega-koleganya ini sering mengisi tulisan di PETROMINER .

Seiring perjalanannya, masa PETROMINER lepas dari Pertamina awal tahun 2001. Selanjutnya, PETROMINER menjadi lebih independen di bawah pengelolaan baru. Di sisi lain, Zuhdi Pane yang mulai memasuki masa pensiun akhirnya bergabung secara resmi dan penuh dengan PETROMINER.

Bergabungnya Zuhdi Pane sebagai pakar perminyakan nasional membuat isi liputan dan laporan-laporan PETROMINER semakin diminati para pembacanya. Sampai akhirnya pada akhir Desember 2016, PETROMINER berubah wujud dan menjadi media online (daring) dengan alamat http://petrominer.co.id dan http://petrominer.com seperti yang Anda baca sekarang ini.

Secara intensif selama hampir 16 tahun, Zuhdi Pane ikut terjun mengelola PETROMINER. Sampai ahkirnya tutup usia pada Kamis, 10 September 2020 lalu.

Selamat jalan Bapak Tokoh Pers Nasional. Selamat jalan Bapak Pakar Perminyakan Nasional. Selamat jalan “Kamus Berjalan” hulu migas. Selamat jalan pembina kami.

========================
Baskami Perangin-angin
(Wartawan Senior dan Mantan Chief Editor PETROMINER)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here