, ,

Workover Sumur NG-24Z, PetroCina Catat Kenaikan Produksi Gas

Posted by

Jambi, Petrominer – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) PetroChina International Jabung (PCJL) telah berhasil melaksanakan kegiatan workover pada sumur NG-24HZ di lapangan North Geragai, Wilayah Kerja Jabung, Jambi. Pekerjaan yang dimulai pada 10 Agustus 2026 lalu ini mencatat hasil kenaikan produksi gas secara signifikan pada tahap uji produksi yang dilakukan, Senin (24/8).

Kepala Perwakilan SKK Migas Sumatera bagian Selatan (Sumbagsel), Bambang Dwi Djanuarto, mengatakan program workover sumur NG-24HZ ini merupakan bagian dari Filling The Gap (FTG) yang telah disetujui SKK Migas, dengan objektif pekerjaan berupa new perforation dengan target gas sebesar 1,14 MMSCFD.

“Berdasarkan hasil uji produksi yang telah dilakukan sampai dengan 24 Agustus 2026, sumur NG-24HZ mencatatkan hasil gas 5,3 MMSCFD atau 465 persen dari target pada choke 64/64″,” ujar Bambang dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Selasa (25/8).

Dia juga menyampaikan bahwa gas yang dihasilkan terkonfirmasi aman tanpa kandungan H₂S maupun CO, sementara kandungan CO₂ sangat rendah. Hasil uji produksi tersebut dihasilkan dari Formasi Benakat A-37 di interval 3.858′ – 3.877′ MD.

“Status pekerjaan saat ini masih melanjutkan finalisasi tahapan flow test, evaluasi deliverability dan final completion sebelum sumur diserahkan kepada operasi produksi sesuai target onstream pada September 2026,” jelasnya.

Secara operasional, workover sumur ini dikerjakan oleh PCJL dengan menggunakan rig Bohai#91 (550 HP) dengan total durasi pekerjaan hingga saat ini selama 14,7 hari dari rencana 26 hari. Estimasi biaya (based on field estimate cost) yang sudah dikeluarkan hingga saat ini sebesar US$ 470.495,7 atau setara dengan 43 6 persen dari rencana anggaran sebesar US$ 1.077.799 yang telah disetujui oleh SKK Migas.

“Keberhasilan ini semakin memperkuat keyakinan bahwa program FTG melalui optimalisasi sumur existing dapat menjadi salah satu strategi efektif untuk menjaga produksi di WK Jabung, sekaligus mendukung upaya menahan laju penurunan produksi sambil menunggu proyek-proyek pengembangan berikutnya,” tegas Bambang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *