Jakarta, Petrominer — Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Jatigede kapasitas 2 X 55 megaWatt (MW) yang terletak di Kecamatan Tomo dan Kecamatan Jatigede Kabupaten Sumedang Jawa Barat memasuki tahap pekerjaan terowongan yang ditandai first tunneling, Rabu (22/6). First tunnelling ini merupakan milestone penting memulai pekerjaan terowongan.
Ini merupakan simbolisasi dimulainya pekerjaan excavation di Adit Tunnel (terowongan akses untuk pekerjaan waterway) No.2 dan diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi kesuksesan pembangunan Proyek PLTA Jatigede 2 X 55 MW. Sementara untuk Adit Tunnel No. 1 sedang dalam pembuatan struktur atas portal, sebagai bagian persiapan pelaksanaan pengeboran.
General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah 1 (UIP JBT 1), Anang Yahmadi, mengatakan pelaksanaan konstruksi Adit Tunnel 2 sempat dipindahkan ke area baru karena area sebelumnya berada di daerah longsoran.
“Dengan dimulainya ekskavasi di lokasi baru, pelaksanaan tunneling Alhamdulillah dapat berjalan dengan baik sesuai rencana,” ujar Anang.
Meskipun saat ini general construction program direvisi, namun COD diharapkan tetap sesuai rencana pada Maret 2019. Kontraktor bisa speed-up untuk mengejar rencana yang sudah ada. Proses relokasi warga di dalam area proyek dapat dilaksanakan pada Juli 2016, sehingga ekskavasi di area powerhouse dapat dilaksanakan dengan penuh.
Anggaran untuk PLTA Jatigede tahun 2016 ini sekitar US$ 30 juta, sementara menggunakan APLN. PLN telah menyiapkan disbursement dan sekarang progres pekerjaan tergantung kepada performa Kontraktor untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga target pekerjaan dapat selesai sesuai target yang direncanakan.
“Sejauh ini sampai Semester 1, baru terserap sekitar US$ 5-6 juta dengan progres pekerjaan sekitar 10 %,” jelas Anang.
PLTA Jatigede akan memanfaatkan air waduk Jatigede yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah waduk Jatiluhur Purwakarta dan terbesar di Asia Tenggara. Dengan total kepala keluarga (KK) yang terkena proyek waduk ini sebanyak 11.469 KK dengan luas lahan sekitar 4.983 Hektar.
PLTA Jatigede sangat diharapkan dapat beroperasi secara commercional operation date (COD) tahun 2019, sesuai jadwal yang ditetapkan. Proyek ini merupakan prioritas Pemerintah pada program pembangunan kelistrikan 35.000 MW, di mana pelaksanaan groundbreaking dilakukan oleh Presiden Joko Widodo melalui video conference dari Samas, Bantul, Mei 2015 lalu.








Tinggalkan Balasan