Dirjen Migas Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, memasak telor ceplok usai meresmikan jaringan gas kota Samarinda, Kalimantan Timur, Senin (25/3).

Samarinda, Petrominer – Warga kota Samarinda secara bertahap mulai merasakan manfaat program jaringan gas untuk rumah tangga (jargas). Di ibukota Kalimantan Timur ini sudah dibangun sebanyak 4.500 sambungan rumah tangga (SR), yang tersebar di Kecamatan Sambutan.

Peresmian operasional jargas pertama di kota Samarinda itu dilakukan oleh Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Djoko Siswanto, Senin (25/3).

Menurut Djoko, pembangunan jargas merupakan program prioritas pemerintah yang dilakukan untuk memberi dampak positif baik dari sisi ekonomi maupun sosial bagi masyarakat kecil. Ada penghematan yang akan masyarakat rasakan dan harapannya daya beli akan meningkat.

“Pemerintah berkomitmen akan terus mendorong dan mempercepat program jargas melalui APBN sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat besar penggunaan gas bumi. Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi bahwa sumber daya alam harus dinikmati masyarakat setempat,” tegasnya.

Sejak dibangun pertama kali tahun 2009, total SR jargas yang terbangun dengan dana APBN hingga saat ini mencapai 325.773 SR yang terdistribusi di 16 provinsi, 40 kabupaten/kota. Untuk tahun 2019, direncanakan akan dibangun sebanyak 78.216 SR jargas di 18 lokasi

Sejak pengaliran gas dilakukan bulan Desember 2018, saat ini 401 SR telah mengalirkan gas ke dapur warga. Alokasi gas untuk jargas ini sebanyak 0,2 MMSCFD yang berasal dari lapangan gas yang dikelola PT Pertamina EP.

“Alhamdulillah pembangunan jargas Kota Samarinda telah selesai. Semoga bisa memberi manfaat lebih bagi warga,” ujar Direktur Utama PT Pertamina Gas, Wiko Migantoro.

Sementara Direktur Utama PT Pertagas Niaga, Linda Sunarti, mengatakan, setelah sambungan jargas selesai, proses selanjutnya adalah mengalirkan gas melalui proses aktivasi meter dan konversi kompor yang dilakukan secara bertahap oleh operator Pertagas Niaga sejak bulan Desember 2018 lalu.

“Pertagas Niaga akan menjadi pelaksana untuk proses konversi tersebut dengan memodifikasi kompor gas yang telah dimiliki warga,” jelas Linda.

Program jargas adalah program pemerintah yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Migas Kementerian ESDM untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas alam bagi kebutuhan rumah tangga dan pelanggan kecil guna mengurangi biaya subsidi LPG. Selanjutnya PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya, Pertamina Gas dan Pertagas Niaga, ditugaskan pemerintah untuk membangun, mengelola serta mengembangkan jargas di Samarinda yang dibangun menggunakan APBN tahun anggaran 2018.

Masyarakat diimbau untuk turut serta merawat jaringan gas di rumahnya serta melakukan koordinasi dengan tim jargas atau menghubungi Call Center Pertamina di 1-500000 apabila ingin melakukan perubahan atau perbaikan jaringan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here