, ,

Usai Diservis, Produksi Gas Sumur Suban-14 Naik

Posted by

Jakarta, Petrominer – SKK Migas dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama PT Medco E&P Grissik Ltd. sukses menaikan produksi gas dari sumur Suban-14 di blok Corridor menjadi 30,3 million standard cubic feet per day (MMSCFD). Kenaikan tersebut diraih menyusul pekerjaan well service (perawatan sumur) pada sumur gas yang berlokasi di Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, tersebut.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menyampaikan KKKS Medco E&P Grissik Ltd. (MEPG)  telah selesai melaksanakan pekerjaan well service pada sumur Suban-14. Kegiatan ini mencakup pekerjaan perforation serta stimulasi sumur pada area perforasi dengan pemompaan acid menggunakan Coiled Tubing Unit (CTU). 

“Kegiatan well service Suban-14 dimulai pada 4 Februari 2026 dan selesai 24 Februari 2026,” tulis Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Rabu (25/2). 

Djoko berharap, keberhasilan kegiatan well service ini dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan produksi gas secara nasional di tahun 2026. Apalagi, estimasi biaya (based on field estimate) yang sudah dikeluarkan sebesar 73,31 persen dari nilai AFE yang telah disetujui SKK Migas.

Selain itu, menurutnya, seluruh pekerjaan pada sumur Suban-14 dilaksanakan tanpa rig besar (rigless). Pekerjaan well services dilakukan hanya menggunakan CTU, dengan total waktu pekerjaan selama 21 hari.

Work Over

Keberhasilan Medco E&P Grissik menaikan produksi gas dari lapangan Suban ini dicapai menyusul kinerja positif serupa yang dicatat akhir tahun 2025 lalu. Pada pertengahan Nopember 2025, KKKS ini juga mencatat hasil positif dari kegiatan kerja ulang (workover) sumur Suban-22ST2.

Kegiatan workover tersebut juga dilaksanakan secara rigless, sehingga memungkinkan proses yang lebih cepat dan efisien. Pekerjaan berlangsung selama 12 hari dan selesai tepat pada 10 November 2025.

“Hasil uji produksi usai kegiatan workover menunjukkan tambahan gas sebesar 9 MMSCFD, jauh melampaui target awal 2 MMSCFD,” ungkap Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan, kala itu.

Menurut Ronald, capaian ini merupakan wujud sinergi dan efektivitas pelaksanaan program optimasi sumur. Hasil Suban-22ST2 membuktikan bahwa optimalisasi sumur eksisting melalui pendekatan teknis yang lebih tepat dan efisiensi operasional dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *