PLTP Sokoria 5 megawatt (MW) di Ende, Nusa Tenggara Timur.

Ende, Petrominer – PT PLN (Persero) terus menggenjot pembangunan pembangkit Energi Baru dan Terbarukan (EBT) demi memenuhi target bauran energi nasional 23 persen di tahun 2025. Salah satunya dengan pemanfaatan energi panas bumi (geothermal).

PLN menambah pasokan daya di sistem 150 kV Flores melalui Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sokoria dengan kapasitas 5 megawatt (MW). Pembangkit ramah lingkungan ini direncanakan commercial of date (COD) pada Pebruari 2020.

“Penambahan ini juga dalam mewujudkan Pulau Flores sebagai ikon Geothermal Island,” ujar Head of Corporate Affairs Sokoria Geothermal, Syahrini Nuryanti, Minggu (1/12).

Syahrini menjelaskan, total kapasitas PLTP Sokoria direncanakan akan terus bertambah secara bertahap guna dapat memenuhi lonjakan kebutuhan listrik di pulau Flores. Pada tahun 2024, kapasitas pembangkit akan mencapai 30 MW atau 6×5 MW.

Menurutnya, PLTP Sokoria telah memiliki tujuh sumur pengeboran yang dimanfaatkan untuk dikonversi menjadi energi listrik. PLTP ini merupakan Independent Power Producer (IPP) atau dibangun oleh investor swasta dari Islandia, yaitu PT Sokoria Geothermal Indonesia.

“Kami mendapatkan izin usaha panas bumi sejak tahun 2015 di sini, dan melakukan pengeboran di lima sumur serta dalam proses pengeboran untuk sampai pengeboran ketujuh, hingga saat ini masih on progress pembangunan, dipastikan unit pertama beroperasi Pebruari 2020 sebesar 5 MW,” ujar Syahrini.

Nilai Investasi untuk setiap sumur di PLTP Sokoria rata-rata berkisar US$ 5 juta dengan kedalaman sumur rata-rata hingga mencapai 2.000 meter.

PLTP Sokoria 5 megawatt (MW) di Ende, Nusa Tenggara Timur.

General Manager PLN UIW (Unit Induk Wilayah) NTT (Nusa Tenggara Timur), Ignatius Rendroyoko, menjelaskan bahwa saat ini energi listrik yang sudah diproduksi oleh pembangkit bauran EBT periode Januari-Oktober 2019 mencapai 18,29 persen atau sebesar 59,9 GWh, dengan komposisi PLTP sebesar 13,44 persen atau sebesar 44 GWh.

“Hingga saat ini, kapasitas terpasang EBT di Flores sebesar 20 MW atau setara 10,5 persen dari total kapasitas terpasang saat ini,” kata Rendroyoko.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sesuai dengan Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN akan membangun lebih banyak PLTP tersebar di Pulau Flores, diantaranya adalah PLTP Sokoria 6x5MW, PLTP Ulumbu 5 sebesar 20 MW, PLTP Ulumbu 6 sebesar 20 MW, PLTP Mataloko 2×10 MW, PLTP Oka Ile Ange 10 MW dan PLTP Atadei 10 MW. Total rencana penambahan energi listrik melalui pembangkit panas bumi adalah sebesar 115 MW di tahun 2028.

Pembangunan infrastruktur kelistrikan di Pulau Flores ini bertujuan selain untuk mencapai target Rasio Elektrifikasi 100 persen pada tahun 2020 juga akan mendukung pertumbuhan investasi serta pembangunan perekonomian di Flores.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here