, ,

Kran Ekspor Dibuka, AMMAN Raih Laba Bersih US$ 163 Juta

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mencatat hasil kinerja keuangan dan operasional yang solid pada kuartal pertama tahun 2026 (Kuartal I-2026). Capaian ini berkat operasi yang berjalan sesuai rencana, baik di tambang maupun pemurnian (smelter).

Melalui entitas-entitas anak usahanya, PT Amman Mineral Nusa Tenggara dan PT Amman Mineral Industri, AMMAN  kini menjadi perusahaan yang terintegrasi penuh dari pertambangan hingga permurnian. Tidak hanya itu, anak usaha PT Medco Energi Internasional (MedcoEnergi) ini juga menjadi produsen tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.

“Kami mengawali tahun 2026 dengan eksekusi yang kuat dan kinerja operasional yang solid di seluruh lini bisnis,” ungkap Direktur Utama AMMAN, Arief Sidarto, dalam keterangan resmi yang diterima PETROMINER, Kamis (30/4).

Dari sisi pertambangan, produksi konsentrat mencapai 167.792 metrik ton kering. Kinerja ini didukung oleh peningkatan jumlah bijih segar yang ditambang serta perbaikan kadar bijih.

Sementara dari sisi peleburan dan pemurnian, AMMAN terus meningkatkan kapasitas operasi smelter dan precious metal refinery (PMR), serta telah berhasil menyelesaikan uji jaminan kinerja di beberapa area utama. Uji yang tersisa menunjukkan perkembangan yang baik dan tetap berada pada jalur yang tepat untuk diselesaikan pada Juli 2026 mendatang.

“Sebagai dampak dari waktu henti akibat pemeliharaan yang telah direncanakan serta penjualan sebagian konsentrat yang seharusnya diproses oleh smelter, tingkat produksi selama kuartal tersebut belum mencapai tingkat yang optimal,” jelas Arief.

Dia menambahkan, proyek ekspansi utama AMMAN yang masih berjalan, termasuk ekspansi pabrik konsentrator dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), terus berkembang sesuai rencana. Proyek‑proyek tersebut sangat penting untuk meningkatkan kapasitas throughput, efisiensi energi, serta daya saing biaya secara keseluruhan.

Laba Bersih

Kinerja keuangan Kuartal I-2026 mencerminkan perubahan yang signifikan secara tahunan, didukung oleh kemampuan untuk mengekspor konsentrat, volume penjualan dan harga yang lebih tinggi, serta kinerja operasional yang lebih kuat. Selama periode tersebut, AMMAN menjual produk hasil pemurnian serta sekitar 30.013 metrik ton kering konsentrat, sehingga menghasilkan penjualan bersih sebesar US$ 808 juta.

Peningkatan-peningkatan tersebut juga mencerminkan pemulihan yang signifikan pada profitabilitas AMMAN selama kuartal tersebut dibandingkan periode yang sama tahun lalu. EBITDA meningkat dari negatif US$ 42 juta pada Kuartal I-2025 menjadi US$ 508 juta, dengan margin EBITDA 63 persen. 

Di tahun 2026 ini, prioritas utama AMMAN tetap memastikan kinerja smelter yang stabil, andal, dan berkelanjutan. Pada saat yang sama, perusahaan tambang ini tetap menjalankan inisiatif ekspansi yang lebih luas, termasuk CCPP, fasilitas regasifikasi LNG, dan ekspansi pabrik konsentrator, dengan tujuan semakin meningkatkan ketahanan operasional dan daya saing jangka panjang. 

“Meskipun kami tetap mencermati ketidakpastian geopolitik jangka pendek, termasuk konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah yang telah berkontribusi terhadap kenaikan biaya energi dan beberapa biaya lainnya sejak Maret, kami yakin bahwa prospek jangka panjang tembaga dan emas tetap kuat, sehingga menempatkan AMMAN pada posisi yang baik untuk pertumbuhan berkelanjutan,” ujar Arief.