Jakarta, Petrominer – PT Pertamina (Persero) mengapresiasi pihak kepolisian yang berhasil menangkap oknum pengoplosan gas LGP 3 kilogram (kg) bersubsidi di beberapa tempat di area DKI Jakarta. Pertamina menghimbau masyarakat untuk menggunakan LPG 3 kg sesuai peruntukannya yakni bagi masyarakat miskin.

Menurut Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region (MOR) III, Dewi Sri Utami, pengoplosan merupakan tindak pidana karena sangat merugikan masyarakat dan negara. Apalagi, LPG 3 kg merupakan produk yang memperoleh subsidi dari Pemerintah dan diperuntukan untuk masyarakat miskin dan usaha kecil.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya berhasil menangkap enam pelaku pengoplosan LPG 3 kg menjadi 12 kg di Tangerang dan Jakarta Timur. Para pelaku pengoplos LPG tersebut diciduk tanpa perlawanan saat petugas melakukan penggerebekan.

Berdasarkan keterangan Polda Metro Jaya, modus pelaku memindahkan isi tabung LPG 3 kg ke tabung gas ukuran 12 kg (non-subsidi) dengan cara menggunakan alat bantu berupa selang atau pipa regulator. Selanjutnya, gas oplosan itu lalu diperjual-belikan ke masyarakat.

“Adanya praktik pengoplosan semacam ini menimbulkan kerugian bagi masyarakat serta subsidi negara yang menjadi tidak tepat sasaran. Pertamina mengapresiasi langkah kepolisian terutama Polda Metro Jaya, yang berhasil menindak oknum pengoplosan LPG bersubsidi,” ujar Dewi, Selasa (22/1).

Selain itu, jelasnya, tindakan pengoplosan berbahaya bagi pelaku dan pengguna LPG yang dioplos. Alasannya, proses pengisian tabung LPG dilakukan tidak sesuai standar pengisian LPG Pertamina.

Pertamina menghimbau masyarakat dapat melaporkan ke aparat yang berwenang, yakni kepolisian, jika mencurigai adanya tindak kejahatan pengoplosan LPG 3 kg.

Menurut Dewi, aparat kepolisian merupakan institusi yang ditunjuk sebagai anggota tim koordinasi LPG 3 kg tentang Pembinaan dan Pengawasan Pendistribusian Tertutup LPG Tertentu di Daerah. Ini berdasarkan Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri ESDM Nomor 17 dan 5 tahun 2011.

Sesuai aturan dan ketentuan tersebut, kepolisian daerah termasuk dalam keanggotaan susunan tim koordinasi provinsi bersama SKPD terkait, badan usaha pelaksana penyedia dan pendistribusian LPG tertentu serta dewan pimpinan cabang Hiswana Migas.

Pertamina juga mengingatkan kepada seluruh jalur distribusi resmi LPG untuk tidak memberikan celah terhadap upaya penyalahgunaan LPG 3 kg.

“Kami akan kenakan sanksi tegas apabila ada agen LPG Pertamina tidak memenuhi ketentuan yang ada, sebab LPG 3 kg merupakan barang yang disubsidi oleh negara sehingga penggunaannya diatur agar tepat sasaran,” tegasnya.

Pertamina telah memasok LPG 3 kg bersubsidi sesuai kuota yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk memastikan pasokan tepat sasaran, perlu senantiasa melakukan pengawasan berkelanjutan oleh stakeholder terkait, untuk meminimalisasir penyalahgunaan LPG bersubsidi, termasuk di antaranya pengoplosan dan juga penggunaan yang tidak sesuai peruntukannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here