Sigi, Petrominer – PT PLN (Persero) berhasil menghadirkan listrik andal 24 jam penuh bagi 607 Kepala Keluarga (KK) di Desa Olu, Dusun Paku Desa Anca dan Dusun Palili Desa Tamado, Kecamatan Lindu, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Peresmian penyalaan listrik digelar di Desa Olu, Selasa (22/7).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Sulawesi Utara Sulawesi Tengah dan Gorontalo (UID Suluttenggo), Usman Bangun, menjelaskan pembangunan jaringan listrik di Desa Olu bukanlah hal yang mudah. Kondisi geografis yang mengelilingi Danau Lindu menjadi tantangan tersendiri. Namun, berkat semangat, kerja keras dan sinergi dengan pemerintah serta pihak lainnya, pembangunan ini berhasil diwujudkan.
“Akses menuju Desa Olu sangat menantang dengan jalur perbukitan juga rawa di sekeliling Danau Lindu. Berkat semangat dan sinergi dengan pemerintah dan berbagai pihak, PLN berhasil membawa terang ke Desa Olu,” tutur Usman, Senin (4/8).
Untuk mewujudkan elektrifikasi di wilayah tersebut, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 23,58 kilometer sirkuit (kms), Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 10,64 kms, serta delapan gardu distribusi dengan total kapasitas daya sebesar 550 kVA. Selain Desa Olu, pembangunan jaringan ini juga menyuplai listrik ke Dusun Paku di Desa Anca dan Dusun Palili di Desa Tamado yang dilalui jaringan menuju Desa Olu.
”Dengan penyalaan ini, rasio desa berlistrik (RDB) PLN di Kecamatan Lindu resmi mencapai 100 persen dari total 5 desa. Desa Olu kini tidak hanya terang secara fisik, tetapi juga menyala dengan harapan baru menuju masa depan yang lebih sejahtera,” ungkap Usman.
Perubahan Besar
Kehadiran listrik ini disambut dengan antusias oleh masyarakat. Salah satunya oleh Santi, seorang Ibu Rumah Tangga di Desa Olu ini mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun dia dan keluarganya hanya mengandalkan lampu pelita saat malam hari. Dia pun merasa haru dan bersyukur akhirnya bisa menikmati listrik yang andal dari PLN.
“Terima kasih PLN sudah ada di desa Olu, sebelum ada PLN saya hanya menggunakan pelita kini lebih tenang karena listrik sudah ada,” ujar Santi.
Hal senada disampaikan oleh Saidin Ali, salah satu warga Desa Olu. Dia mengungkapkan bahwa kehadiran listrik dari PLN merupakan perubahan besar yang telah lama dinantikan masyarakat.
Selama ini, warga hanya mengandalkan genset dengan keterbatasan daya yang tidak mampu menghidupkan seluruh peralatan listrik secara bersamaan. Kini, dengan masuknya listrik PLN, Saidin merasakan langsung manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.
“Saat pertama kali listrik menyala itu, saya langsung coba nyalakan mesin depot saya, kulkas, freezer. Ternyata bisa menyala semua, padahal selama ini alat-alat listrik yang ada tidak bisa menyala sekaligus, karena genset tidak kuat. Seperti mimpi listrik PLN bisa ada di sini, betul-betul merinding saya,” ungkap Saidin haru.
Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, yang hadir dalam peresmian penyalaan listrik di Desa Olu, menyampaikan apresiasi kepada PLN atas komitmennya dalam menerangi wilayah terpencil. Desa Olu kini memiliki akses terhadap energi dan ini akan menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan dan pariwisata di wilayah ini.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada PLN yang terus bekerja menerangi Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah. Ini bukan sekadar janji, tetapi tindakan nyata PLN yang terus menunjukkan semangat melayani hingga ke pelosok Sulawesi Tengah,” ucap Gubernur dalam sambutannya kala itu.








Tinggalkan Balasan