Balikpapan, Petrominer – Menghadapi bulan Puasa dan Lebaran 1439 H, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VI memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Pulau Kalimantan aman. Pertamina sudah menyiapkan stok tambahan dengan jumlah yang berviariasi di masing-masing daerah.

“Dengan mempertimbangkan tren konsumsi BBM dan LPG yang terjadi tahun lalu, Pertamina telah menyiapkan stok tambahan yang bervariasi di tiap-tiap daerah dengan rata-rata kenaikan 15 persen untuk produk BBM dan 7 persen untuk LPG,” ujar GM Marketing Operation Region VI, Made Adi Putra, Sabtu (12/5).

Made menyampaikan kenaikan konsumsi BBM dan LPG selama bulan Puasa dan perayaan Lebaran (Idul Fitri) merupakan hal yang sudah lumrah terjadi, terutama jelang puncak arus mudik dan arus balik. Di Kalimantan Timur, Pertamina telah menyiapkan stok produk Premium hingga 811 kilo liter (KL) per hari atau 13 persen lebih tinggi dari rata-rata harian normal.

Sementara produk BBM Non Subsidi seperti Pertamax dan Pertalite diperkirakan akan mengalami kenaikan yang tidak signifikan dan dapat diantisipasi sampai dengan kenaikan 3 persen. Sedangkan untuk BBM jenis gasoil seperti Solar dan Dexlite, trennya cenderung menurun hingga 14 persen, dengan rata-rata konsumsi harian sebesar 428 KL dan 2 KL.

“Walaupun terdapat jenis BBM yang diestimasi turun, tim kami akan tetap melakukan pemantuan harian sehingga kebutuhan yang diluar prediksi dapat cepat kami kendalikan,” jelasnya.

Pertamina juga akan melakukan pemantauan lebih intensif di titik kepadatan, seperti jalan pusat Balikpapan – Samarinda dan di pusat wisata seperti arah Pantai Lamaru, Pantai Manggar dan Pantai Tritip.

Tidak jauh berbeda dengan produk BBM, Pertamina juga telah menyiapakan antisipasi kenaikan konsumsi produk LPG khususnya 3 kg. Melihat tren konsumsi pada momen bulan Puasa dan Lebaran sebelumnya, kenaikan konsumsi LPG 3 kg di Kalimantan Timur diperkirakan mencapai angka 11 persen atau sekitar 362 MT per hari, jika dibandingkan rata-rata konsumsi normal. Sedangkan untuk LPG Non-Subsidi diprediksi mengalami peningkatan hingga 12 persen dengan rata-rata konsumsi 99,28 MT per hari.

Kenaikan tren konsumsi hingga 10 persen menjadi 386 KL per hari juga dialami oleh produk Avtur. Ini terjadi mengingat adanya penambahan jadwal penerbangan menjelang arus mudik maupun arus balik Hari Raya Lebaran. Angka tersebut merupakan prediksi kenaikan yang terjadi di DPPU Sepinggan yang melayani kebutuhan penerbangan di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Kota Balikpapan. DPPU tersebut melayani sebanyak kurang lebih 95 penerbangan komersial maupun charter dari 32 maskapai serta melayani penerbangan dari Angkatan Udara sebanyak rata-rata 3 penerbangan setiap harinya.

“Peningkatan konsumsi avtur maupun produk BBM lainnya diprediksi meningkat secara signifikan pada H-4 dan H+6 Hari Raya Lebaran,” jelas Made.

Guna mengakomodasi tren konsumsi yang beragam tersebut, selain menambah stok produk merujuk tren yang timbul pada tahun sebelumnya, Pertamina juga telah menyiapkan berbagai strategi guna mengamankan distribusi BBM dan LPG ke masyarakat, termasuk melakukan pemantauan berkala dan membentuk Tim Satuan Tugas (Satgas).

Satgas mulai aktif bekerja pada H-15 hingga H+15 Idul Fitri. Bahkan pada H-5 s.d H+5 Lebaran, satgas dan supply point seperti TBBM dan Terminal LPG jika diperlukan akan beroperasi selama 24 Jam sebagai antisipasi meningkatnya tren konsumsi pada puncak arus mudik dan arus balik. Serta dilakukan penambahan armada mobil tangki sebanyak 49 unit, untuk memperkuat armada normal yang berjumlah 478 unit mobil tangki”, tambah Made.

Satgas ini dibentuk dalam rangka memonitor stok BBM dan LPG secara lebih komprehensif yang diperkuat oleh person in charge (PIC) dari berbagai fungsi diantaranya Sales Excecutive baik Retail Maupun Domestic Gas, Aviasi, Supply & Distribution, Keuangan, IT dan didukung penuh oleh Hiswana Migas serta berbagai fungsi dan instansi terkait lainnya.

“Tidak hanya membentuk Satgas yang beranggotakan Internal Pertamina, koordinasi dengan pihak eksternal seperti pemerintah daerah setempat, pihak kepolisian hingga dinas-dinas terkait akan terus kami lakukan,” jelas Made.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here