Tower listrik jalur Sanggau-Sekadau yang lintasi Sungai Kapuas dibangun PLN dengan ketinggian empat kali lipat dari tinggi normal untuk jamin keamanan pelayaran kapal.

Pontianak, Petrominer – Tidak seperti biasanya, PT PLN (Persero) membangun tower listrik hingga empat kali lipat dari tinggi normal. Kontruksi untuk menopang kabel transmisi jalur Sangga-Sekadau ini dibangun guna melintasi Sungai Kapuas sehingga aman bagi pelayaran kapal di sungai tersebut.

Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Sanggau-Sekadau ini menjadi tower tertinggi di Kalimantan Barat. Hal ini menjadi bentuk keseriusan PLN dalam meningkatkan kehandalan pasokan listrik serta menjaga kesinambungan aktivitas pelayaran di wilayah yang dilintasi infrastruktur tersebut.

“Memperoleh julukan sebagai Provinsi Seribu Sungai, Kalimantan Barat memiliki sungai-sungai yang bisa dilayari hingga ke pelosok daerah. PLN pun harus menyesuaikan dengan kondisi alam saat membangun infrastruktur kelistrikan, ” kata Manager Unit Pelaksana Proyek Kalbagbar 1 Pontianak, Hendri Iriawan, Sabtu (18/6),

Hendri menjelaskan, PLN Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Barat (UIP KLB) membangun SUTT 150 kilovolt (kV) Sanggau-Sekadau yang melintasi Sungai Kapuas di tiga lokasi. Sungai terpanjang di Indonesia yang dilintasi tower itu memiliki bentangan yang cukup lebar, yakni antara 675 hingga 767 meter untuk dilalui jalur transmisi tersebut.

Pada umumnya, tower 150 kV yang dibangun memiliki tinggi sekitar 34 meter, namun PLN membangun tower-tower spesial yang khusus dirancang karena melintasi Sungai Kapuas yang aktif dilintasi oleh kapal-kapal. Sesuai izin perlintasan sungai yang berlaku dan dengan perhitungan teknis, terdapat dua tower dibangun setinggi 105 meter, dua tower setinggi 120 meter, dan dua tower lainnya setinggi 123 meter.

“Tower setinggi 123 meter tersebut saat ini merupakan yang tertinggi di Kalbar,” ungkapnya.

Menurut Hendri, tantangan dalam pembangunan tower yang memiliki tinggi empat kali lipat dari tinggi tower normal ini juga jauh lebih besar. Tantangan utama yang dihadapi antara lain saat proses langsir material dan peralatan menuju lokasi pembangunan yang sebagian berada di seberang sungai.

“Belum lagi saat penarikan kabel konduktor antar tower yang melintasi sungai. Lebih menantang karena harus diangkut dengan perahu dan sejenisnya. Tentu kami tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan kerja selama proses pembangunan,” jelasnya.

Hendri menyebutkan transmisi Sanggau-Sekadau ini akan menghubungkan jaringan Tayan-Sanggau yang telah beroperasi dan juga Sekadau-Sintang yang baru saja selesai dibangun.

“Bila line 1 maupun line 2 SUTT 150 kV Sanggau-Sekadau-Sintang ini telah berhasil dialiri listrik, maka suplai listrik ke daerah Sekadau, Sintang dan sekitarnya akan menjadi lebih handal karena ditunjang oleh pasokan listrik dari Sistem Khatulistiwa. Selain itu dapat juga menghentikan penggunaan empat pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang hingga saat ini masih beroperasi,” paparnya.

Keempat PLTD tersebut ialah PLTD Menyurai, Anggreko, dan Makro di Sanggau serta Suak Payung di Sekadau dengan total kapasitas total 18,6 megawatt (MW).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here