, ,

Tindak Lanjut Penemuan di Mangunjaya, Potensi Produksi 1.600 BOPD

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Pertamina EP Ramba Field dilaporkan telah menyelesaikan pengeboran sumur pengembangan MJ-169 di lapangan Mangunjaya, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan. Berdasarkan uji produksi awal, didapatkan produksi minyak cukup signifikan dengan kandungan air yang sangat rendah, dan bakal menjadikannya salah satu “harta karun” energi strategis di Sumatra Selatan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengatakan pengeboran sumur pengembangan MJ-169 telah berlangsung dengan sukses. Uji awal produksi telah dilakukan pada 19 Mei 2026 lalu.

Alhamdulilah, pemboran sumur pengembangan MJ-169 sukses. Dan telah dilakukan test awal pada tanggal 19 Mei yang dikomplesi pada layer PLB-G2.1 interval (658-662 mD),” tulis Djoko dalam laporannya kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang diperoleh PETROMINER, Kamis (21/5).

Kepala SKK Migas menjelaskan, pemboran sumur MJ-169 menargetkan lapisan PLB-G dengan konsep stratigrafi play di Blok Utara. Adapun Blok Utara-Timurlaut Mangunjaya ini merupakan new pool compartment yang dipisahkan dengan fault sealing dan area kompartment MJ existing.

Secara potensi reservoir untuk lapisan PLB-G pada sumur MJ-169 masih pressure virgin, dengan ekivalen SG di 0.985. Potensi ini membuka pengembangan baru di kompartemen Utara-Timurlaut.

“Selanjutnya akan dilakukan evaluasi bean performance untuk optimasi produksi dan meminimalisir produksi pasir yang sudah terlihat dalam test produksi awal ini,” ujar Djoko.

Uji produksi awal sumur pengembangan MJ-169 di lapangan Mangunjaya, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Lapangan Mangunjaya telah beroperasi selama bertahun-tahun dengan puluhan titik sumur yang diberi kode huruf depan MJ (seperti MJ-AA5, MJ-N2, dan lainnya). Wilayah kerja Pertamina di area sempat menjadi titik rawan aktivitas pengeboran minyak ilegal oleh masyarakat dan oknum penambang. Penertiban dan pembongkaran sumur ilegal di area ini terus dilakukan oleh pemerintah setempat dan SKK Migas untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *