, ,

Sertifikasi ISO 17025, Standar Keunggulan DSLNG

Posted by

Tangerang, Petrominer – Mengulangi kesuksesan tahun 2025 lalu, PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) kembali membuka booth atau paviliun sendiri di ajang Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026. Sebelumnya, perusahaan pengelola kilang LNG di Banggai, Sulawesi Tengah ini berpartisipasi di ajang pameran migas tersebut dengan bergabung di booth induk usahanya, yakni PT Medco Energi Internasional Tbk. 

Selain menyajikan informasi seputar operasi dan kinerjanya menembus pasar LNG dunia, kali ini DSLNG berbagi rahasia terkait keandalannya dalam mengelola kilang LNG keempat di Indonesia tersebut. Salah satunya melalui penerapan standar internasional ISO 17025 untuk operasional laboratorium.

“Akreditasi ISO 17025 memang bukan sebuah kewajiban regulasi yang kaku, namun bagi DSLNG, ini adalah bentuk komitmen. Kami telah mengimplementasikan akreditasi ini sejak tahun 2020 demi menjamin keandalan hasil uji sekaligus membangun kepercayaan penuh dari para pembeli LNG,” tegas ujar Taufiq dalam sesi presentasi di booth DSLNG, Rabu (20/5).

Dalam industri LNG, menurutnya, akurasi laboratorium memegang peranan yang sangat krusial. Kesalahan kecil dalam pengujian atau pembacaan kadar gas dapat memicu dampak finansial dan kerugian operasional yang sangat besar bagi kedua belah pihak.

Kepercayaan pelanggan tidak hanya dibangun dari besarnya produksi atau panjangnya kontrak penjualan. Bagi para pembeli LNG, kualitas data laboratorium menjadi fondasi utama. Sedikit saja kesalahan membaca komposisi gas, dampaknya bisa langsung terasa pada nilai transaksi hingga jutaan dolar AS.

Dalam kesempatan yang sama, Laboratory Supervisor DSLNG, Indah, menambahkan bahwa standar ISO 17025 memastikan seluruh data yang keluar dari laboratorium bersifat independen (imparsialitas) dan terjaga kerahasiaannya. Otoritas akses data tersebut dibatasi secara ketat dan hanya diketahui oleh personel tertentu yang memiliki wewenang khusus.

“Sertifikasi standar internasional ini menjamin kompetensi teknis, validitas hasil, dan konsistensi operasional laboratorium pengujian dan kalibrasi. Standar ini membuktikan bahwa laboratorium Anda mampu memproduksi data dan hasil uji yang akurat serta diakui secara global,” jelas Indah.

Dari sisi laboratorium, sertifikasi membantu membangun tata kelola yang lebih disiplin dan mengurangi risiko kesalahan pengujian. Sementara bagi pelanggan, hasil pengujian yang akurat memberikan kepastian terhadap kualitas LNG yang dibeli.

Namun, penerapan standar internasional juga memiliki tantangan. Perusahaan harus mengeluarkan biaya besar untuk menjaga kualitas peralatan, pelatihan personel, audit berkala, hingga pembaruan sistem dokumentasi.

DSLNG juga melakukan uji korelasi dengan sejumlah perusahaan LNG lain di Indonesia, seperti PT Badak LNG, Kayan LNG, dan Pertamina Gas untuk memastikan kualitas hasil pengujian tetap sejalan dengan standar industri nasional.

Di tengah meningkatnya persaingan energi global, kualitas data kini menjadi sama pentingnya dengan kapasitas produksi. Industri LNG tidak lagi hanya berbicara soal siapa yang mampu menjual paling banyak, tetapi juga siapa yang paling dipercaya.

Kapal tanker pengangkut LNG dari Kilang LNG Donggi Senoro.

Single Train

DSLNG merupakan perusahaan patungan yang sahamnya dimiliki Mitsubishi Corporation, MedcoEnergi, PT Pertamina Hulu Energi, serta Korea Gas Corporation. Kilang LNG ini menjadi salah satu pemasok LNG untuk pasar domestik maupun ekspor di Asia.

Selain mengandalkan standar laboratorium internasional, DSLNG juga dikenal sebagai salah satu fasilitas LNG strategis di Indonesia Timur. Kilang LNG Donggi Senoro memiliki kapasitas produksi sekitar 2 juta ton LNG per tahun dengan satu jalur produksi atau single train.

Kapasitas tersebut memungkinkan DSLNG mengirim sekitar 36 kargo LNG setiap tahun. Pada beberapa periode operasional, produksi DSLNG bahkan mampu melampaui target hingga menembus 2,2 juta ton LNG per tahun.

“Dengan sistem i, perusahaan akan berupaya untuk menghindari kesalahan teknis yang dapat menghambat aliran produksi. Target produksi kami satu tahun ini (2026) 2,1 juta ton. Maksimal di 2,105 juta ton,” kata Corporate Communication Manager DSLNG, Adhika Paramanandana.

LNG dari DSLNG dipasok ke sejumlah pembeli jangka panjang, seperti perusahaan energi Jepang Jera, Kyushu Electric, dan Korea Gas Corporation.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *