, ,

Tim Kementerian ESDM Cek Operasi HCML

Posted by

Surabaya, Petrominer – Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) berkomitmen untuk terus mendukung pasokan gas nasional, utamanya wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Pasokan pun kian andal menyusul mengalirnya gas melalui pipa jumperline yang baru saja selesai dipasang.

Kamis (1/5) lalu, tim dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengecek langsung kondisi operasi HCML, yang mengelola lapangan-lapangan migas di perairan Madura, Jawa Timur. Tim tersebut terdiri atas Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Infrastruktur, Anggawira, dan Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas, Ditjen Migas, La Ode Sulaeman.

Manager Regional Office & Relations HCML, Hamim Tohari, mengatakan tim dari Kementerian ESDM mengunjungi Gas Metering Station HCML di Pasuruan.  Rombongan diterima secara langsung oleh VP Operations HCML, Perkasa Sinagabariang, dan Manager Marketing HCML, Aris Suryanto.

“Kunjungan ini menandakan mengalirnya gas HCML melalui pipa jumperline yang baru saja selesai dipasang. Kunjungan dari Kementerian ESDM ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya kami terus memperkuat pasokan migas,” kata Tohari, Minggu (4/5).

Dalam kesempatan itu, HCML menyediakan semua data dan informasi pendukung terkait kegiatan operasional yang sedang berjalan. Dari tiga lapangan yakni lapangan BD, 2M (MDA-MBH), dan MAC, HCML menjadi produsen gas terbesar di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Persentase produksinya mencapai 38 persen dari total produksi gas di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sejak awal lapangan BD ditargetkan memproduksi gas sebesar 100 MMSCFD (Million Standard Cubic Feet per Day) dan kondensat kurang lebih 6.000 BCPD (Barrel Condensate per Day). Proyek ini dimulai dengan pembangunan pipa bawah laut sepanjang kurang lebih 53 kilometer dari Sampang ke Pasuruan.

Lapangan MDA dan MBH ditargetkan memproduksi gas untuk menyediakan kebutuhan gas dalam negeri. Gas disalurkan melalui pipa dan akan disambungkan dengan East Java Gas Pipeline (EJGP) dengan produksi sesuai POD sebesar 120 MMSCFD. Sementara lapangan MAC memiliki kapasitas produksi gas 50 MMSCFD dengan penjualan gas per 30 April 2025 sebesar 38 MMSCFD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *