Palu, Petrominer – Sebanyak 250 orang dari 25 ESDM Rescue Team (ERT) Siaga Bencana terjun langsung menyisir ke lokasi-lokasi gempa bumi di Sulawesi Tengah. Tim ini bertugas membantu proses evakuasi korban serta penanganan medis dari rerentuhan bangunan maupun terjangan tsunami.

Tim ERT Siaga Bencana merupakan gabungan anggota rescue dari perusahaan-perusahaan tambang seluruh Indonesia yang koordinir oleh Inspektur Tambang Kementerian ESDM.

“Tim ERT ini terdiri dari 146 rescue, 37 paramedis, 15 dokter dan 17 fasilitator program Corporate Social Responsibility (CSR),” jelas Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM, Agung Pribadi, Kamis (4/10).

Agung mengakui proses evakuasi korban yang dilakukan oleh tim menemui beberapa kendala, seperti sulitnya proses evakuasi jenazah di Sungai Bongka lantaran banyaknya masyarakat yang ikut masuk ke dalam area evakuasi dan minimnya alat tronton untuk mobilisasi alat penyelamatan.

Meski begitu, berdasarkan pantuan langsung di lapangan bersama Menteri ESDM, Ignatius Jonan, sebanyak 10 alat berat terdiri dari 5 PC, 3 crane, satu dozer dan satu tronton siap beroperasi di Kota Palu.

“Mobilisasi alat berat akan diarahkan di Jl. Kartini, Balaroa, Gedung Mandala, Hotel Mercure dan Hotel Roa-Roa. Keempat lokasi tadi memang diperkirakan terdapat banyak korban jiwa,” jelasnya.

Rencananya, tim ERT akan segera mendatangkan alat berat untuk mensupport kegiatan 18 unit meliputi 7 PC, 4 Dozer, 2 crane, 3 Dump truck, 1 fuel tank dan 1 barge. Tim akan koordinasi terlebih dahulu dengan Basarnas agar tidak terjadi tumpang tindih saat operasi di lapangan.

Kementerian ESDM juga akan membuat posko pelayanan kesehatan di area Posko KESDM Siaga Bencana dengan sebelumnya berkordinasi dengan LITBANG Dinas Kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here