Akses jalan berupa perbukitan yang belum beraspal memaksa para petugas PLN memanggul peralatan termasuk tiang untuk sampai ke lokasi.

Jakarta, Petrominer – Di tengah keterbatasan akses jalan, PT PLN (Persero) berhasil mengalirkan listrik kedua desa terpencil di Kecamatan Fena Fanfan, Kanupaten Buru Selatan, Maluku. Kedua desa tersebut, yaitu Desa Uneth dan Desa Fakal, dihuni sekitar 176 Kepala Keluarga.

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Romantika Dwi Juni Putra, menyatakan bahwa pembangunan listrik untuk menerangi desa-desa di daerah 3T (Terdepan, Tertinggal dan Terluar) merupakan upaya PLN mewujudkan keadilan energi bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Kami bersyukur dengan tantangan yang ada, seperti akses jalan yang sulit kita dapat menyelesaikan pembangunan infrastruktur untuk melistriki Desa Uneth dan Fakal,” ujar Romantika, Sabtu (22/8).

Akses jalan berupa perbukitan yang belum beraspal membuat beberapa kali alat transportasi yang digunakan tidak bisa sampai ke lokasi, sehingga material harus dibawa secara manual dengan dipanggul oleh petugas. Terutama saat hujan, kondisi semakin sulit.

“Rekan-rekan kita di lapangan kadang harus tarik truknya, kadang tiang harus gotong royong memanggul tiang,” tegasnya.

Untuk melistriki Desa Uneth dan Desa Fakal, PLN membangun Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 2 kilometer sirkuit (kms) dan 2 buah Gardu Distribusi berkapasitas 50 kiloVolt Ampere (kVA).

“Terlepas dari tantangan tersebut, tentu tujuan utama kami adalah bagaimana PLN dapat hadir menerangi saudara-saudara kita yang masih terbatas dalam menikmati listrik. Semoga dapat bermanfaat bagi kegiatan sehari-hari dan kegiatan usaha masyarakat,” ungkap Romantika

Sistem Namrole

Tidak hanya berhasil melistriki kedua desa tersebut, PLN juga telah mendatangkan dua buah mesin berkapasitas masing-masing 1,2 MW ke PLTD Namrole. Tambahan mesin ini untuk meningkatkan keandalan pasokan sistem kelistrikan Namrole, Kabupaten Buru Selatan.

“Saat ini masih tahap instalasi. Dengan penambahan kedua mesin tersebut, maka nantinya sistem kelistrikan Namrole memiliki daya mampu sebesar 2,4 MW dengan beban puncak sebesar 1,1 MW sehingga terdapat cadangan daya sebesar 1,3 MW,” ujar Romantika.

Setelah tahap instalasi selesai, maka membutuhkan waktu sekitar 35 hari agar kedua mesin tersebut dapat masuk ke dalam sistem.

Dia menyampaikan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang telah mendukung PLN dalam membangun infrastruktur dan meningkatkan layanan kelistrikan bagi masyarakat.

Hingga Juli 2020, Rasio Elektrifikasi Provinsi Maluku telah mencapai 93 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here