Kegiatan eksplorasi bagian dari Proyek Hu'u di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat.

Jakarta, Petrominer – PT Sumbawa Timur Mining (STM) mengumumkan penemuan deposit bijih tembaga-emas Onto. Ini merupakan penemuan potensi mineral kelas dunia dan sekaligus akan manjadikan STM sebagai produsen tembaga terkemuka di Indonesia.

STM adalah pemegang Kontrak Karya (KK) generasi ke-7 untuk Proyek Hu’u di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). STM merupakan perusahaan patungan antara Eastern Star Resources Pty Ltd (80%), anak perusahaan yang 100% sahamnya milik Vale SA, dan PT Antam Tbk. (20%).

Presiden Direktur STM, Bede Evans, menyampaikan antusiasmenya dengan penemuan potensi sumber daya Onto tersebut.

“Penemuan potensi sumber daya Onto menggambarkan nilai dan peluang yang dimiliki Proyek Hu’u. Saat ini Proyek Hu’u berada pada tahap eksplorasi, dan kami berharap dapat melanjutkan proyek ini dengan tujuan untuk membangun sebuah operasi penambangan kelas dunia di Indonesia,” ujar Evans dalam siaran pers yang diterima Petrominer, Kamis (20/2).

Menurutnya, berdasarkan perkiraan sumber daya mineral yang dilakukan per Desember 2019, total sumber daya mineral tertunjuk sebesar 0,76 miliar ton @ 0,93% tembaga dan 0,56 g/t emas serta total sumber daya mineral tereka sebesar 0,96 miliar ton @ 0,87% tembaga dan 0,44 g/t emas. Angka tersebut setara dengan total 1,7 miliar ton @ 0,89% tembaga dan 0,49 g/t emas. Selain sumber daya mineral di atas, target eksplorasi di sekitar area juga telah ditetapkan sebesar 0,6-1,7 miliar ton @ 0,2-0,7% tembaga dan 0,1-0,3 g/t emas.

“Kami akan melanjutkan pemboran di dalam dan di sekitar wilayah deposit Onto untuk menentukan batas dan kemenerusan kedalaman dari mineralisasi,” jelas Evans.

STM telah melakukan kegiatan eksplorasi di dalam wilayah KK Proyek Hu’u sejak tahun 2010. Sedangkan deposit sumber daya mineral Onto pertama kali ditemukan pada Agustus 2013. Sejak saat itu, sebanyak 64 lubang pemboran (setara dengan 61.000 m) telah dilakukan untuk menentukan ukuran, luas dan karakteristik sumber daya mineral.

Sementara itu, Wakil Direktur Utama STM, Bronto Sutopo, menyatakn bahwa STM juga telah berhasil menyelesaikan negosiasi amandemen KK dengan Pemerintah Indonesia pada 7 Mei 2019. Kontrak baru ini dipakai sebagai dasar bagi perusahaan melanjutkan kegiatan eksplorasi untuk menentukan sumber daya dan cadangan mineral di wilayah KK.

“Dengan Amandemen KK ini, perusahaan berkomitmen untuk memastikan kelayakan teknis dan ekonomis dari operasi penambangan block cave Proyek Hu’u,” ungkap Bronto.

Lokasi Proyek Hu’u di Kecamatan Hu’u, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here