Rig offshore

Jakarta, Petrominer — Perusahaan Pertahanan dan Kemananan asal Swedia, Saab, menyatakan punya berbagai teknologi dan konsep-konsep pengaturan lalu lintas yang dibuat dengan menerapkan filosofi Segitiga Helix di mana industri, akademis, dan pemerintah bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan.

“Indonesia adalah negara besar dengan wilayah laut yang membentang luas sebesar daratan Eropa. Hal ini membuat pengaturan lalu lintas penting untuk menjaga kedaulatan bangsa. MONA LISA adalah contoh utama untuk mendukung masalah keselamatan dan keamanan tersebut. Melalui Kerja sama dengan dinas pemerintahan seperti Swedish Maritime Administration dan institusi akademi seperti KTH dan Universitas Chalmers dalam kolaborasi Triple Helix, kami dapat mencapai terobosan ini untuk menjaga lalu lintas lebih aman,” kata Peter Carlqvist, Head of Saab Indonesia

Ketika ditanya Petrominer apakah Saab bisa mendukung untuk masalah keselamatan kapal laut platform Migas agar tidak terjadi kecelakaan disebabkan platform migas banyak di lautan Indonesia. Peter menjawab bahwa Saab mempunyai teknologi untuk medukung keselamatan itu diantaranya dengan menggunakan sensor dan lain-lain.Selain itu ada juga teknologi yang mendukung agar kapal tidak salah dalam menempatkan jangkar dikarenakan adanya pipa gas dan listrik bawah laut.

“Kami bisa dukung kemanan dan keselamatan untuk sektor offshore itu. Apalagi di banyak Negara keamanan dan keselamatan trehadap aset-aset seperti itu mutlak harus dilakukan,” kata Peter di acara penandatanganan MOU kerjasama akademis dengan Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Kamis (17/3).

Penandatanganan MoU dengan Universitas Indonesia adalah salah satu dari komitmen Saab untuk institusi akademis Indonesia dan bentuk dukungan bagi universitas dengan menyalurkan teknologi Swedia yang inovatif dan juga sebagai kolaborasi bilateral antara Indonesia dan Swedia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here