, ,

Teknologi Digital untuk Tingkatkan Kinerja

Posted by

Jakarta, Petrominer — GE terus mendorong penggunaan solusi digital demi kelangsungan perkembangan industri minyak dan gas bumi (migas) Indonesia. Pemanfaatan teknologi digital ini diperlukan untuk memenuhi kebutuhan efisiensi di sektor migas di tengah rendahnya harga minyak.

“Industri migas sedang berada pada kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kami memiliki solusi komprehensif untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan di masa sulit ini agar tetap menjadi yang terdepan,” kata Visal Leng, Asia Pacific General Manager, GE Oil & Gas, Selasa (24/5).

Visal Leng menjelaskan, di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, industri migas terus berevolusi karena merosotnya harga minyak dunia secara drastis dan mencapai titik terendah dalam 20 tahun terakhir. Kondisi ini memberi tekanan margin perusahaan-perusahaan migas secara signifikan sehingga memaksa operator untuk mengkaji ulang kapasitasnya, sedangan para investor harus mengkaji ulang strategi mereka.

“Hal ini juga mengakibatkan iklim usaha yang semakin tidak menentu,” papar Visal Leng, yang juga akan menjadi salah satu pembicara pada Konferensi dan Pameran Indonesian Petroleum Association (IPA) ke-40,

Sementara itu, Iwan Chandra, President Director, GE Oil & Gas Indonesia, menyatakan bahwa dalam menghadapi iklim usaha yang tidak menentu saat ini, perusahaan-perusahaan migas perlu segera mengatasi masalah downtime dan biaya operasional serta efisiensi operasional dan kehandalan perangkat.

Selain downtime, jelas Iwan, efisiensi produksi juga dapat ditingkatkan melalui solusi digital. Sebagaimana diketahui, rata-rata tingkat oil recovery dunia adalah 35%. Jika penggunaan Industrial Internet dapat meningkatkan tingkat recovery hingga 1% saja, maka hal ini dapat menambah produksi minyak 80 miliar barel atau setara dengan produksi minyak global selama kurang lebih tiga tahun.

Solusi Industrial Internet bagi industri migas sebenarnya telah cukup banyak diterapkan. Beragam solusi baru akan semakin cepat diimplementasikan di masa mendatang berkat adanya Predix, yaitu sistem operasi berbasis cloud bagi Industrial Internet. Predix tidak hanya mampu mendorong adaptasi solusi Industrial Internet yang aman dan efisien namun dengan menarik upaya-upaya pengembang pihak ketiga, teknologi ini juga mampu melahirkan ekonomi industrial-app sebagai akselerator.

“Dengan menggunakan Predix, operator produksi dapat memiliki gambaran lengkap terhadap sumur-sumur minyak mereka, meningkatkan operasional dengan adanya visibilitas kinerja dan tersedianya informasi analitis bagaimana cara untuk mengoptimalkan produksi dan menghemat biaya,” papar Iwan.

Untuk fasilitas-fasilitas migas lainnya seperti kilang LNG, Predix dapat membantu menjaga kinerjanya melalui sistem monitoring dan diagnosa canggih.

Solusi digital Predix adalah komponen penting yang akan dipamerkan GE pada Konferensi dan Pameran IPA ke-40. Selain menjangkau para pemain industri migas, GE juga akan berbagi pengetahuannya di sektor migas dengan mengundang lebih dari 200 mahasiswa dari berbagai universitas terkemuka di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung dan Universitas Trisakti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *