PLTP Lahendong 80 MW, salah satu pembangkit green energy milik PLN yang terdaftar di APX TIGRs.

Jakarta, Petrominer – Penggunaan energi ramah lingkungan terus bertambah dan diminati. Ini dibuktikan dari kian banyaknya pelanggan PLN di sektor bisnis dan indutri yang memanfaatkan layanan sertifikat energi baru terbarukan (EBT) atau Renewable Energy Certificate (REC).

Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengapresiasi dukungan para pelanggan yang telah mendukung program transisi energi bersih dengan memanfaatkan REC. Hingga Juni 2022, PLN telah menyalurkan 511.892 megawatt hour (MWh) listrik hijau melalui layanan REC kepada lebih dari 160 pelanggan bisnis dan industri.

“Ini menjadi bukti nyata kolaborasi PLN dengan para pelaku industri untuk mendukung transisi energi bersih di Tanah Air. Pendapatan dari REC ini nantinya akan dialokasikan untuk pengembangan EBT. Hal ini sejalan dengan komitmen Indonesia sebagai tuan rumah Presidensi G20 untuk menekan emisi karbon dunia,” ungkap Darmawan, Kamis (4/8).

Dia menjelaskan, REC merupakan salah satu inovasi produk hijau PLN untuk mempermudah pelanggan dalam mendapatkan pengakuan atas penggunaan EBT yang transparan, akuntable dan diakui secara internasional. Layanan ini digunakan tanpa harus mengeluarkan biaya investasi untuk pembangunan infrastruktur.

“Melalui REC, PLN menghadirkan opsi pengadaan untuk pemenuhan target sampai dengan 100 persen penggunaan energi terbarukan. Cara pengadaan atau pembeliannya pun relatif mudah dan cepat,” jelas Darmawan.

Dia juga memastikan energi yang digunakan pelanggan berasal dari pembangkit listrik berbasis EBT yang diverifikasi oleh sistem tracking internasional, APX TIGRs yang berlokasi di California, Amerika Serikat.

Saat ini, pembangkit green energy milik PLN yang terdaftar di APX adalah Pembangkit Listrik Tenaga Panasbumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW, PLTP Lahendong 80 MW dan PLTA Bakaru 130 MW, atau setara 2.500.000 MWh per tahun. Pelanggan yang lokasinya terpisah dari pembangkit green energy tersebut dimungkinkan juga menikmati layanan REC.

Beli Langsung

Tak hanya dari pembangkit EBT milik PLN, sumber pasokan listrik untuk layanan REC juga dapat berasal dari pembangkit listrik EBT milik pengembang listrik swasta (independent power producer/IPP) yang menjual listriknya ke PLN.

Dalam surat perjanjian jual beli tenaga listrik telah disepakati bahwa PLN sebagai pembeli (offtaker) atas seluruh tenaga listrik pembangkit EBT yang dijual dengan tujuan untuk memberikan kepastian pengembalian modal kepada investor sebagaimana yang diamanatkan di dalam peraturan pemerintah.

“Berdasarkan peraturan tersebut, maka attribute EBT dari pembangkit listrik swasta berbasis EBT tersebut menjadi milik PLN. Sehingga pelanggan dapat membeli REC langsung ke PLN,” jelas Darmawan.

Untuk melakukan pembelian REC PLN, baik untuk individu maupun korporasi, melalui website https://layanan.pln.co.id/renewable-energy-certificate.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here