Pangkal Pinang, Petrominer — Presiden Joko Widodo melakukan ground breaking enam pembangkit Mobile Power Plant (MPP) yang menggunakan Pembangkit Listrik Mesin Gas (PLTMG). Pembangkit dengan total kapasitas 350 Mega Watt (MW) itu akan memperkuat sistem kelistrikan Regional Sumatera.
“Program pembangunan MPP ini diharapkan bisa segera memenuhi kebutuhan listrik di Bangka dan Belitung,” ujar Presiden Jokowi ketika meresmikan groundbreaking keenam pembangkit MPP di MPP Air Anyir, Bangka, Rabu (1/6).
Presiden menyatakan bahwa Bangka Belitung merupakan salah satu prioritas pembangunan infrastruktur kelistrikan.
Menurut Jokowi, pemerintah saat ini fokus dalam upaya peningkatan infrastruktur kelistrikan, namun dirinya berharap agar masyarakat bersabar, mengingat untuk membangun sebuah pembangkit bukanlah hal mudah dan membutuhkan waktu lama.
“Misalnya saja pembangunan sebuah PLTU bisa memakan waktu 3-5 tahun,” ujar Presiden.
Ini adalah kunjungan pertama Presiden dalam rangkaian peninjauan progress program 35.000 MW. Keenam pembangkit tersebut terdiri dari:
1. MPP Bangka 2×25 MW
2. MPP Belitung 1×25 MW
3. MPP Paya Pasir Medan 3×25 MW
4. MPP Nias 1×25 MW
5. MPP Balai Pungut Duri 3x 25 MW
6. MPP Tarahan Lampung 4×25 MW
Menurut Direktur Utama PT PLN (Persero), Sofyan Basir, keenam pembangkit MPP itu akan disebar ke seluruh Regional Sumatera. Untuk Wilayah Bangka dan Belitung, bertambahnya tiga MPP dengan total kapasitas 75 MW akan memperkuat sistem kelistrikan Bangka Belitung. Daya mampu pada sistem kelistrikan Bangka saat ini adalah 142 MW, sedangkan beban puncak rata-ratanya 130 MW. Sementara daya mampu Belitung saat ini adalah 42 MW, dengan beban puncak rata-rata 36 MW.
Bertambahnya kapasitas pembangkit ini akan membuat pasokan listrik di Bangka dan Belitung semakin handal, di mana jika ada pemeliharaan terhadap salah satu pembangkit, pasokan listrik masih mencukupi.
“Dengan dibangunnya pembangkit MPP, diharapkan listrik di Regional Sumatera menjadi lebih handal, aman, cukup pasokan dan ramah lingkungan. Untuk itu, pembangunan kelistrikan harus terus berjalan,” ujar Sofyan.








Tinggalkan Balasan