Petugas SPBU ber-sepeda motor siap mengantar BBM kemasan ke pemudik yang kehabisan BBM di jalan. (Petrominer/Sony)

Jakarta, Petrominer – Tol Trans Jawa yang menghubungkan kota Jakarta dan Surabaya baru saja diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Para pengguna tidak usah dengan pasokan bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya, PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan tambahan layanan BBM di rest area sepanjang jalan tol tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito, menyatakan bahwa Pertamina mendukung pengoperasian tol Trans Jawa yang secara resmi beroperasi sejak hari Kamis (20/12). Pertamina telah menyiapkan layanan BBM bagi masyarakat yang akan melintas di ruas tol tersebut, terutama selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

“Dengan dibukanya akses jalan tol Trans Jawa, Pertamina akan mengoptimalkan tambahan layanan BBM seperti 31 layanan KiosK Pertamax, 16 Motor Kemasan dan 19 Mobil Dispenser di rest area sepanjang jalur Tol tersebut,” ujar Adiatma, Jum’at (21/12).

Lihat juga: Ini Cara Pertamina Perkuat Layanan Distribusi BBM

Dengan adanya tambahan titik layanan BBM di ruas Tol Trans Jawa ini, Pertamina berharap mampu mengoptimalkan pelayanan selama Natal dan Tahun Baru, sehingga mampu mencukupi kebutuhan masyarakat selama periode libur panjang tersebut.

Berdasarkan data, tempat istirahat (rest area) dan parking bay di jalur tol Trans Jawa dari Merak (Banten) hingga Pasuruan (Jawa Timur) terdapat 57 titik. Dengan rincian, 39 titik Rest Area tipe A (rest area dengan fasilitas SPBU) dan 18 titik Rest Area tipe B (rest area tanpa fasilitas SPBU).

“Berkaca pada pengalaman SATGAS Ramadhan & Idul Fitri 2018, pengoptimalan beberapa titik tol fungsional sebelumnya dengan disediakan kios kemasan Pertamax yang menjual BBM kemasan, mobil dispenser hingga motor kemasan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan BBM terutama juga dapat mengurai kemacetan selama mudik. Selain itu, sepanjang jalur tol transjawa sudah terdapat 31 SPBU yang beroperasi dan siap melayani kebutuhan BBM masyarakat,” terang Adiatma.

Selama masa libur Natal dan Tahun Baru nanti, Pertamina memprediksikan kenaikan konsumsi penyaluran BBM jenis Gasoline sebesar 99,7 ribu Kilo Liter (KL) atau naik 5,6 persen dari kondisi normal, sementara BBM jenis Gasoil naik sekitar 2,5 persen dari kondisi normal yaitu sebesar 41,2 ribu KL.

Pada SATGAS Natal & Tahun Baru tahun ini, diprediksi permintaan tertinggi konsumsi BBM akan terjadi pada Sabtu, 22 Desember 2018 dimana pada waktu tersebut bersamaan dengan libur panjang cuti bersama dan libur anak sekolah. Sedangkan, arus balik tertinggi diprediksi pada Sabtu, 5 Januari 2019.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here