Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) terus berusaha meningkatkan gairah investasi hulu migas di tengah penurunan harga minyak dunia dan pandemi Covid-19. Salah satunya dengan memberikan insentif kepada Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) berupa penundaan penyetoran Dana Abandonment and Site Restoration (ASR) di tahun 2020.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menjelaskan bahwa pemberian insentif penundaan penyetoran Dana ASR ini merupakan kebijakan yang diupayakan SKK Migas untuk menjaga stabilitas keuangan dan operasional KKKS. Relaksasi tersebut diberikan kepada KKKS yang membutuhkan, namun tetap minta KKKS untuk terlebih dahulu melakukan evaluasi kemampuan finansial kemudian akan direview kembali oleh SKK Migas.

“Surat edaran kepada KKKS sudah saya tandatangani kemarin. Saya berharap agar KKKS dapat memanfaatkan kebijakan ini, kemudian segera melakukan kegiatan-kegiatan untuk meningkatkan produksi. Ini adalah usaha kita bersama untuk mengawal agar target tahun ini dan tahun-tahun ke depan dapat dicapai,” ujar Dwi dalam rapat manajemen, Selasa (14/7).

Bagi KKKS yang dianggap perlu mendapatkan relaksasi, dapat disampaikan kepada SKK Migas. KKKS pun diminta segera menyampaikan kepada SKK Migas paling lambat 31 Juli 2020.

Dana ASR merupakan dana yang disiapkan oleh KKKS pada saat pasca operasi, yang dilakukan melalui kegiatan penutupan sumur secara permanen, penghentian pengoperasian dan menghilangkan kemampuan fasilitas produksi dan fasilitas penunjang untuk dapat dioperasikan kembali termasuk pembongkarannya secara permanen, serta melakukan pemulihan lingkungan di blok migas.

Menurutnya, kebijakan relaksasi pencadangan Dana ASR bagi KKKS ini hanya berlaku tahun 2020. Selanjutnya, nilai kewajiban ASR yang ditunda penyetorannya tahun 2020 ini akan ditagih sekaligus pada Semester I tahun 2021, ditambah dengan kewajiban tahun berjalan.

“Artinya relaksasi atas penyetoran Dana ASR di tahun 2020 tidak menghilangkan atau mengurangi kewajiban KKKS untuk memenuhi nilai pencadangan Dana ASR dimana atas kekurangannya akan diperhitungkan sampai dengan berakhirnya masa kontrak KKKS,” tegas Dwi.

Dalam kesempatan itu, dia juga menambahkan bahwa SKK Migas akan terus melakukan terobosan-terobosan kebijakan agar kegiatan usaha hulu migas dapat berjalan optimal di tengah kondisi yang berat seperti saat ini. Setiap kebijakan yang akan diimplementasikan merupakan hasil diskusi dan masukan dari pihak-pihak terkait. Tujuannya, agar target lifting migas nasional di tahun ini dapat tercapai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here