
Jakarta, Petrominer – Konsumsi listrik nasional sepanjang tahun 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini seiring dengan meningkatnya aktivitas masyarakat dan dunia usaha. Walhasil, PT PLN (Persero) mencatat kenaikan penjualan listrik yang cukup signifikan.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyampaikan bahwa penjualan listrik mencapai 317,69 terawatt hour (TWh), tumbuh 3,75 persen secara year on year (YoY) dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 306,22 TWh. Peningkatan konsumsi listrik ini tak lepas dari dukungan Pemerintah dan sinergi lintas lembaga dalam memperkuat ketahanan sektor ketenagalistrikan di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global.
“Kami mengapresiasi dukungan Pemerintah dalam memperkuat ekosistem ketenagalistrikan nasional. Kebijakan yang berkelanjutan menjadi fondasi penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik, meningkatkan kualitas layanan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi,” ujar Darmawan, Jum’at (30/1).
Menurutnya, transformasi yang dijalankan PLN sejak tahun 2020 turut memperkuat kesiapan perseroan dalam merespons pertumbuhan permintaan listrik secara berkelanjutan. Transformasi ini tidak hanya menyederhanakan proses bisnis, tetapi juga membangun budaya kerja yang lebih adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelanggan.
“Transformasi yang kami jalankan membuat PLN semakin responsif terhadap dinamika global sekaligus mampu menghadirkan layanan listrik yang lebih andal dan berkualitas bagi masyarakat,” tutur Darmawan.
Kenaikan Pelanggan
Sementara Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menambahkan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik pada tahun 2025 didorong oleh meningkatnya kebutuhan listrik di berbagai sektor. Kondisi ini seiring dengan menguatnya aktivitas industri, bisnis, dan masyarakat.
“Pertumbuhan konsumsi listrik sepanjang 2025 ditopang segmen rumah tangga, industri, dan bisnis yang menjadi kontributor terbesar. Hal ini menunjukkan bahwa listrik semakin berperan sebagai enabler utama aktivitas ekonomi dan produktivitas nasional,” jelas Adi
PLN mencatat sektor rumah tangga menjadi kontributor terbesar konsumsi listrik nasional, dengan capaian hingga 133,41 TWh pada tahun 2025. Jumlah ini tumbuh 3,2 persen atau 4,09 TWh dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka ini dan menyumbang sekitar 41,99 persen dari total penjualan listrik nasional.
Konsumsi listrik di sektor industri mencapai 93,35 TWh, tumbuh sebesar 2,5 persen atau setara dengan 2,31 TWh. Pertumbuhan ini didorong oleh sektor industri makanan dan minuman, besi, baja dan logam, serta barang galian bukan logam.
Sementara konsumsi listrik di sektor bisnis mencapai 60,74 TWh. Angka tersebut tumbuh 3,11 TWh atau 5,4 persen, yang didorong oleh pertumbuhan permintaan listrik di sektor data center, pusat perbelanjaan (shopping center), perdagangan non-otomotif, serta pergudangan dan logistik.
Tidak hanya itu, meningkatnya konsumsi listrik nasional juga diiringi penambahan 3,29 juta pelanggan baru. Hingga Desember 2025, PLN mencatat total pelanggan mencapai 96,2 juta. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap PLN terus tumbuh.
“Pertumbuhan jumlah pelanggan dan konsumsi listrik di berbagai sektor mencerminkan aktivitas ekonomi yang semakin masif. Ke depan, PLN berkomitmen terus mengoptimalkan infrastruktur dan layanan kelistrikan untuk menjawab kebutuhan energi yang semakin berkembang,” ujar Adi.








