
Jakarta, Petrominer – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) mengumumkan hasil keuangan tahun 2025 yang telah diaudit dengan kinerja yang kuat. Salah satunya tingkat produksi minyak dan gas bumi (migas) yang mencapai 170 ribu barrel eqivalent oil per day (MBOEPD).
“Pada tahun 2025, kami membukukan kinerja yang kuat bagi perusahaan dan pemegang saham. Total imbal hasil pemegang saham tahunan mencapai rekor 27 persen, dengan pengembalian sebesar US$ 110 juta kepada pemegang saham,” ujar CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Kamis (2/4).
Menurut Roberto, kinerja yang kuat ini seiring tercapainya target produksi migas sebesar 156 mboepd dan target penjualan listrik sebesar 4.371 giga watt hours (GWh).
Produksi migas tahun 2025 naik menjadi 156 mboepd. Kenaikan ini didorong oleh produksi perdana dari lapangan Terubuk dan Forel di South Natuna Sea Block B, kinerja kuat berkelanjutan di Oman Block 60, serta peningkatan hak partisipasi operasi di PSC Corridor.
“Perseroan menutup tahun dengan mencatatkan tingkat produksi lebih dari 170 mboepd,” paparnya.
Belanja modal sebesar US$ 402 juta digunakan untuk mencetak rekor produksi baru di Oman Block 60, memulai produksi di Lapangan Terubuk dan Forel, serta pengembangan sumur Corridor Suban-28 dan proyek peningkatan kapasitas kompresor Suban. MedcoEnergi juga memperluas portofolio di Sumatra dengan meningkatkan participating interest di Blok Corridor menjadi 70 persen dan participating interest efektif di PT Transportasi Gas Indonesia menjadi 40 pe, serta mengakuisisi 45 persen participating interest operasi di PSC Sakakemang.
Pada 31 Maret 2026, perusahaan menandatangani PSC Cendramas, menandai kembalinya MedcoEnergi ke Malaysia sebagai operator blok minyak lepas pantai tersebut. PSC Cendramas berdekatan dengan operasi di South Natuna Sea Block B dan memiliki geologi dan karakteristik teknis yang serupa.
Lebih lanjut, Roberto menyampaikan bahwa penjualan listrik yang mencapai 4.371 GWh, 25 persen berasal dari energi terbarukan.
“Belanja modal sebesar US$ 35 juta terutama digunakan untuk commissioning Pembangkit Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen pada kuartal pertama, PLTS Bali Timur pada kuartal kedua, serta penyelesaian ekspansi Batam ELB pada kuartal keempat,” ungkapnya.
Sementara di sektor mineral, MedcoEnergi melalui Amman Mineral Internasional mencapai panduan produksi konsentrat tahun 2025, dengan produksi sebesar 446.563 metrik ton kering yang mengandung 208,9 juta pon tembaga dan 102,8 ribu ons emas, serta pemurnian lebih lanjut sebesar 176 juta pon katoda tembaga dan 124,7 ribu ons emas.
“Saya sangat puas dengan kinerja tahun 2025. Memasuki 2026, kami tetap berkomitmen untuk memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, dengan target produksi Minyak & Gas dan penjualan listrik yang kembali mencatatkan rekor baru bagi Medco,” ujar Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro.
Laba Bersih
Namun di tahun 2025, menurut Roberto, MedcoEnergi hanya mencatatkan laba bersih US$ 101 juta, turun dibandingkan laba yang diraih tahun 2024 sebesar US$ 367 juta. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kontribusi yang lebih rendah dari Amman Mineral Internasional, penurunan nilai aset non-kas, biaya pengeboran dry hole di PSC Beluga, serta melemahnya harga komoditas.
Sementara EBITDA tercatat sebesar US$ 1.264 juta, setara dengan tahun 2024. Begitu pula dengan harga komoditi, harga minyak rata-rata turun 15 persen dari US$ 78 menjadi US$ 67 per barel dan harga gas melemah dari US$ 7,0 menjadi US$ 6,8 per mmbtu.
“Belanja modal sebesar US$ 437 juta dan biaya produksi migas sebesar US$ 8,6 per boe. Angka ini sesuai dengan panduan,” ungkapnya.
Utang konsolidasi naik menjadi US$ 3.646 juta, terutama untuk pembelian FPSO Marlin Natuna untuk memastikan keberlanjutan produksi di lapangan Forel (South Natuna Sea Block B), serta pembiayaan proyek pengembangan pembangkit energi terbarukan dan pembangkit listrik berbasis gas.
“Rasio utang bersih terhadap EBITDA untuk segmen migas sebesar 2,0x, dibandingkan 1,8x pada tahun 2024, dan masih berada dalam kisaran target perusahaan. Likuiditas tetap kuat dengan posisi kas US$ 633 juta pada akhir tahun, dibandingkan US$ 697 juta pada tahun 2024,” ujar Roberto.








Tinggalkan Balasan