Jakarta, Petrominer – PT Medco Energi Internasional Tbk (MedcoEnergi) melaporkan peningkatan laba bersih yang signifikan tahun 2022. Dalam laporan keuangan yang telah diaudit (audited), MedcoEnergi berhasil meraih laba bersih sebesar US$ 531 juta
CEO MedcoEnergi, Roberto Lorato, menyatakan senang dengan pencapaian tersebut. Ini berkat kinerja operasi inti yang kuat dengan peningkatan produksi setelah akuisisi Corridor dan beroperasinya proyek-proyek baru di segmen minyak dan gas bumi (migas) maupun ketenagalistrikan dengan baik, serta didukung harga komoditas yang tinggi.
“Saya sangat senang mengumumkan kinerja Perseroan tahun 2022. MedcoEnergi telah mencapai tingkatan baru, menunjukkan kinerja operasi inti yang kuat dengan peningkatan produksi setelah akuisisi Corridor dan beroperasinya proyek-proyek baru pada segmen minyak & gas maupun ketenagalistrikan dengan baik, serta didukung harga komoditas yang tinggi. Selain itu, peningkatan peringkat ESG Perusahaan semakin menunjukkan upaya-upaya jangka panjang kami di bidang ini,” ujar Roberto dalam siaran pers yang diterima PETROMINER, Sabtu (1/4).
Dia menyampaikan bahwa MedcoEnergi meraih laba bersih sebesar US$ 531 juta pada tahun 2022, lebih dari sepuluh kali lipat lebih tinggi dibandingkan tahun 2021. Sementara EBITDA tercatat sebesar US$ 1.593 juta, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Dan arus kas dari aktivitas operasi US$ 1.116 juta, naik 154 persen dari tahun sebelumnya.
“EBITDA pada kuartal keempat lebih rendah karena reklasifikasi pencatatan setelah penandatanganan Perjanjian Jual Beli aset-aset non-operator Sinphuhorm di Thailand dan Chim Sao di Vietnam. Penjualan Sinphuhorm selesai pada Kuartal I-2023,” jelas Roberto.
Kenaikan laba bersih tersebut berkat tingginya harga komoditas. MedcoEnergi mencatat rata-rata harga minyak US$ 96,2 per barel dan harga gas US$ 8,2 per mmbtu.
Tahun 2022, MedcoEnergi memberikan dividen final tahun 2021 sebesar US$ 35 juta dan dividen interim tahun 2022 sebesar US$ 25 juta telah dibayarkan. Sementara dividen final tahun 2022 akan diumumkan setelah rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST).
Sepanjang tahun 2022, MedcoEnergi mencatat belanja modal (capital expenditure/capex) migas sebesar US$ 269 juta, terutama untuk pekerjaan dua proyek pengembangan gas yang baru di Natuna. Sementara belanja modal ketenagalistrikan sebesar US$ 33 juta untuk pengembangan IPP berbahan bakar Gas Riau 275MW dan fasilitas Solar PV Sumbawa 26 MWp.
“Pengembangan-pengembangan baru juga telah dimulai, seperti pengembangan panas bumi Ijen 34 MW fase 1 dan proyek regasifikasi Sumbawa, bersama dengan pengembangan lebih lanjut di Natuna dan PSC Corridor,” ungkapnya.
Kinerja Operasional
Sampai akhir tahun 2022, produksi minyak dan gas mencapai 163 mboepd, naik 73 persen dibandingkan tahun 2021. Dengan biaya unit produksi sebesar US$ 6,9 per boe.
Beberapa proyek pengembangan gas baru telah selesai di South Natuna Sea Blok B. Lapangan Hiu mulai beroperasi bulan Juni 2022, diikuti lapangan Malong dan Belida pada Desember 2022.
Key Terms Sheet ditandatangani dengan SembCorp untuk kontrak penjualan gas kedua ke Singapura, untuk memonetisasi penemuan-penemuan baru di Natuna. Perjanjian Penjualan Gas yang baru ditandatangani dengan Gas Supply Pte Ltd. untuk melanjutkan pasokan gas dari PSC Corridor, Sumatera Selatan ke Singapura.
Di bidang ketenagalistrikan, Medco Power menghasilkan penjualan ketenagalistrikan sebesar 3.993 GWh, naik 47 persen dari tahun 2021 setelah beroperasinya IPP Riau 275 MW di bulan Februari 2022 dan fasilitas tenaga surya Sumbawa 26 MWp di bulan Juni 2022.
Keputusan investasi akhir telah dibuat untuk mengembangkan fasilitas panas bumi Tahap 1 dengan kapasitas 34 MW di Ijen, Jawa Timur, dan terminal regasifikasi LNG Sumbawa 77 MMSCFD.
Medco Power menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) untuk berkolaborasi dengan beberapa Original Equipment Manufacturers menuju pengembangan energi terbarukan dan peluang rantai pasokan antara Indonesia dan Singapura. MoU lainnya ditandatangani dengan PLN, SembCorp dan Kansai untuk berkolaborasi dalam berbagai proyek transisi energi.
Sementara di bidang mineral, produksi tembaga Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) mencapai 464 Mlbs, naik 99 persen. Produksi emas tercatat 731 Koz, naik 367 persen dari tahun 2021, mengikuti peningkatan Fase 7. Sementara harga tembaga terealisasi rata-rata adalah US$ 3,56 per pon.
mengatakan “Hasil ini adalah kinerja terbaik kami, baik secara operasional maupun finansial, beberapa tonggak penting telah berhasil dicapai sebagai dasar kesuksesan berkelanjutan di masa depan,” ujar Direktur Utama MedcoEnergi, Hilmi Panigoro.








Tinggalkan Balasan