(kiri ke kanan) Direktur BBJ Donny Raymond bersama Dirut BBJ Stephanus Paulus Lumintang dan Dirut KBI Fajar Wibhiyadi saat memberikan keterangan pers dalam acara media gathering di Pangkalpinang, Bangka-Belitung, Sabtu (2/11).

Pangkalpinang, Petrominer – Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menyatakan optimis perdagangan fisik timah akan terus meningkat. Pasalnya, besaran transaksi yang tercatat selama tiga bulan terakhir sangat positif.

Dengan kinerja seperti itu, Direktur Utama BBJ, Stephanus Paulus Lumintang, menyatakan kinerja positf tersebut akan terulang tahun depan. Malahan sampai akhir tahun 2020, Paulus mematok target total transaksi perdagangan fisik timah bisa mencapai 72.000 ton.

Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta (BBJ), Stephanus Paulus Lumintang.

“Besaran transaksi selama 3 bulan terakhir mengindikasikan hal yang sangat positif. Itu sebabnya kami optimistis perdagangan pasar fisik timah di BBJ akan terus meningkat,” tegasnya di sela-sela acara Media Gathering, “Mengenal Pasar Fisik Timah dan Kepulauan Bangka,” Sabtu (2/11).

Sejak diluncurkan akhir Agustus 2019 lalu, perdagangan pasar fisik timah di BBJ (Jakarta Futures Exchange/JFX) telah menarik perhatian investor. Sampai 25 Oktober 2019, tercatat total transaksi pasar fisik timah 3.224 lot dengan total nilai US$ 261.598.139,36.

Selama bulan Agustus 2019, jelas Paulus, terjadi transaksi 915 lot atau 4.575 ton dengan nilai transaksi US$ 72.689.475. Bulan September, terjadi kenaikan dengan transaksi 1.254 lot atau 6.270 ton senilai US$ 105.007.110.

Tren kenaikan ini berlanjut di bulan Oktober 2019. Volume transaksi mencapai 1.055 lot dengan nilai transaksi US$ 83.901.554,01 per tanggal 25 Oktober.

BBJ sebagai bursa komoditi pertama di Indonesia mengambil peran dalam industri timah di Indonesia. Bursa komoditi ini memperdagangkan timah sebagai komoditas yang ditransaksikan dalam pasar fisik timah murni batangan. Bersama dengan BUMN, PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI), kedua institusi ini bersinergi, sehingga terbentuknya harga timah pada bursa nasional yang nantinya diharapkan mampu menjadi acuan internasional.

Peluang

Pada kesempatan sama, Direktur Utama KBI, Fajar Wibhiyadi, mengatakan pihaknya memandang perdagangan komoditas timah di BBJ ini menjadi opportunity (peluang) yang besar bagi para pelaku di bisnis perdagangan timah batangan, baik di Indonesia maupun di pasar internasional.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) (KBI), Fajar Wibhiyadi.

“Saat ini, Indonesia menyumbangkan kurang lebih sekitar 23 persen market timah dunia. Dengan adanya perdagangan timah di Bursa Berjangka Jakarta diharapkan memberikan pilihan untuk para pelaku dalam bertransaksi. Karena pada dasarnya, kehadiran bursa berjangka tidak hanya menjadi sarana lindung nilai (hedging), namun juga sarana pembentukan mekanisme harga berdasarkan supply dan demand,” jelas Fajar.

Untuk saat ini, harga acuan timah dunia adalah London Metal Exchange (LME). Namun, dengan kekayaan alam Indonesia yang memproduksi timah terbesar kedua di dunia, BBJ dan KBI memiliki harapan besar. Keduanya terus berupaya menjadikan Indonesia sebagai acuan harga timah dunia.

Fajar mengemukakan, transaksi fisik timah yang diperdagangkan di BBJ memiliki cetakan merek pada timah murni batangan, sesuai dengan produsen masing-masing. Dengan demikian, pembeli mendapatkan jaminan dan kejelasan terhadap produk yang dibelinya.

Tidak hanya itu, dengan mencantumkan brand pada setiap produk juga dapat menciptakan persaingan sehat antar produsen. Karena brand-nya tercantum, maka dengan sendirinya akan menjadi stimulus para produsen untuk meningkatkan kualitas dari masing-masing produknya.

Lebih lanjut, Paulus menegaskan bahwa dengan potensi timah yang ada di Indonesia, khususnya di Bangka, ke depan BBJ optimistis perdagangan pasar fisik timah murni batangan akan terus berkembang. Bahkan, dia komitmen untuk berupaya keras agar ke depannya kontrak fisik timah juga akan diimbangi dengan kontrak fisik berjangka timah.

Namun yang pasti hal tersebut juga membutuhkan kajian mendalam, selain pasar fisik dan berjangka juga menghendaki lahirnya para spekulator, sebagai tuntutan dari kebutuhan di pasar komoditas berjangka.

Selain komoditas timah, BBJ akan terus melakukan inovasi untuk komoditas-komoditas lain yang ada di Indonesia. BBJ juga secara terus-menerus akan menjajagi kerjasama dengan sejumlah bursa berjangka di dunia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here