Jakarta, Petrominer – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melakukan pemboran 650 sumur bor air bersih sepanjang tahun 2019. Kegiatan pembangunan yang dilakukan melalui Badan Geologi itu diharapkan bisa untuk melayani 1,8 juta jiwa.

“Sumur bor yang kami bangun ini menjadi solusi yang efektif dalam menanggulangi permasalahan air bersih di daerah sulit air,” ujar Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar, Senin (11/3).

Rudy mengatakan, hingga akhir tahun 2018, sumur bor tersebut telah melayani kebutuhan 6,6 juta jiwa penduduk. Untuk tahun 2019, penduduk yang dilayani akan bertambah 1,8 juta jiwa melalui pembangunan 650 unit sumur bor di seluruh Indonesia. Kapasitas debit air dari sumur bor tersebut mencapai 683,3 ribu m3/tahun

“Kementerian ESDM pada tahun 2019 ini kembali meningkatkan anggaran program pembangunan sumur bor air tanah untuk dapat dibangun sebanyak 650 unit sumur bor, yang dapat melayani sampai dengan 1,8 juta jiwa penduduk,” paparnya.

Tambahan sumur bor di tahun 2019 ini akan didistribusikan kepada 31 wilayah provinsi dan 232 wilayah kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Pembanguan sumur bor sudah mulai dilakkan sejak tahun 2005, dan terbangun 26 unit di tahun tersebut. Pada tahun-tahun berikutnya, sumur bor terus dibangun guna memberikan akses air bersih kepada masyarakat sulit air dari Sabang sampai Merauke.

Menurut Rudy, setiap tahun, anggaran Kementerian ESDM untuk pembangunan sumur bor terus ditingkatkan. Misalnya saja di tahun 2015, dibangun 105 sumur, tahun 2016 sebanyak 197 sumur dan tahun 2017 dibangun 237 buah sumur.

Rencana pembangunan sumur per propinsi tahun 2019. (Badan Geologi, Kementerian ESDM)

Lonjakan pembangunan sumur bor terlihat di tahun 2018. Anggaran pembangunan sumur bertambah lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 506 titik telah dipasang unit sumur bor yang terdiri dari sumur, pompa selam, rumah pompa, mesin generator kapasitas 10 kVA beserta rumah genset dan penampung air kapasitas 5.000 liter yang dilengkapi dengan kran.

Hingga akhir tahun 2018, terdapat 2.288 titik sumur bor telah dibangun yang memberikan layanan air bersih kepada 6,6 juta jiwa. Dari titik-titik sumur bor tersebut mengalir 144,4 juta m3 /tahun untuk 499 Desa di 396 Kecamatan yang tersebar di 175 Kabupaten/Kota yang terdapat di 27 Provinsi seluruh Indonesia.

“Pada tahun 2018, Badan Geologi juga membantu penyediaan sarana air bersih melalui pembangunan sumur bor tanggap darurat sebanyak 55 unit, untuk Gunung Agung di Pulau Bali sebanyak 5 unit untuk bencana erupsi; sebanyak 13 unit untuk bencana gempa bumi di Pulau Lombok; dan sebanyak 37 unit untuk bencana gempabumi-tsunami-likuifaksi di Sulawesi Tengah,” jelas Rudi.

Pembangunan sumur bor ini diakui Rudi bukan perkara mudah. Berbagai kendala dihadapi mulai dari proses pencarian sumber air, proses pengeboran yang terkadang sulit karena tanah yang padat dan berbatu, serta akses transportasi yang sulit untuk remote area. Meski demikian, pembangunan sumur bor terus dilakukan sehingga setiap tahun jumlahnya terus meningkat. Mengingat air merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi, baik untuk konsumsi sehari-hari maupun untuk kebutuhan lainnya.

Pelayanan air bersih untuk masyarakat di daerah sulit air melalui pembangunan sumur bor air bersih (2005-2018).(Badan Geologi, Kementerian ESDM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here