, ,

SUTET Tambun Rampung, Kelistrikan Jakarta Kian Andal

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT PLN (Persero) berhasil mengoperasikan dua proyek infrastruktur kelistrikan di Jawa Barat, yaitu Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kiloVolt (kV) Tambun Incomer dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tambun II Incomer.

General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat, Ratnasari Sjamsuddin, menjelaskan bahwa beroperasinya kedua proyek ini di tengah pandemi merupakan bentuk dedikasi PLN, sehingga pasokan listrik tetap terjaga, andal, dan bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat. Kedua proyek ini merupakan bagian dari proyek strategis PLN, khususnya dalam upaya meningkatkan keandalan sistem interkoneksi 500 kV di DKI Jakarta dan sekitarnya

“Hadirnya kedua infrastruktur kelistrikan ini akan meningkatkan kapasitas serta keandalan pasokan listrik untuk memenuhi kebutuhan industri serta masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya. Hal ini diharapkan dapat memacu pertumbuhan perekonomian dengan kualitas penyaluran kelistrikan yang andal,” ujar Ratnasari, Jum’at (2/10).

Proyek pembangunan ini memiliki nilai kontrak pekerjaan sebesar Rp 19,5 miliar dan menyerap lebih dari 120 tenaga kerja. Penyelesaian proyek ini membutuhkan komitmen dan effort yang tinggi, karena ada beberapa tantangan seperti saat tim harus melakukan pemadaman pada SUTET 500 kV Cibinong-Bekasi (Muara Tawar) agar energize bisa berlangsung. Namun di sisi lain pemadaman ini berdampak pada keandalan sistem kelistrikan 500 kV di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.

“Selain itu, kondisi pandemi juga cukup menyulitkan PLN pada saat kegiatan mobilisasi pekerja yang banyak berdomisili dari luar Jakarta. Namun dengan satu tekad memberikan yang terbaik untuk negeri, alhamdulillah kedua proyek ini berhasil beroperasi,” jelasnya.

SUTET 500 kV Tambun Incomer terdiri dari dua tower dengan panjang sirkit sepanjang 0,220 kilometer sirkuit (kms) yang dibangun pada lahan seluas 530 m2. Proyek ini dibangun sejak Desember 2018, di mana berfungsi untuk menyalurkan daya dari 4 jaringan transmisi yakni SUTET 500 kV Tambun–Cibinong sirkit 1, SUTET 500 kV Tambun–Cibinong sirkit 2, SUTET 500 kV Tambun–Bekasi, dan SUTET 500 kV Tambun–Muara Tawar.

“Fungsi dari pembangunan SUTET ini untuk menyalurkan daya dari sistem interkoneksi 500 kV melalui GISTET 500 kV Tambun dengan kapasitas 2 x 500 MVA serta meningkatkan fleksibilitas operasi terhadap GITET 500 kV Cibinong, GITET 500 kV Bekasi, dan GITET 500 kV Muara Tawar,” ungkapnya.

Tidak kalah penting juga SUTT 150 kV Tambun II Incomer, yang telah rampung dan ditandai dengan beroperasinya proyek ini pada Januari 2020. Proses pengerjaan proyek SUTT ini dimulai sejak September 2018 dan berfungsi untuk mengaliri daya pada proyek SUTT 150 kV Pondok Kelapa–Tambun II sirkit I yang telah energize pada 21 Januari 2020, serta SUTT Pondok Kelapa–Tambun II sirkit II yang berhasil energize pada 27 Desember 2019.

“Untuk SUTT 150 kV Tambun II Incomer ini dibangun dengan luas lahan sebesar 466 m2 dan berfungsi sebagai penyaluran daya listrik dari IBT Tambun, dengan kapasitas 2 x 500 MVA menuju Gardu Induk 150 kV yang ada pada sub sistem Tambun,” jelas Ratnasari.

Proses pembangunan kedua infrastruktur kelistrikan ini menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya area kerja dari proyek SUTT 150 kV Tambun II Incomer yang terbatas dan berlokasi di bawah tower eksisting dari SUTT 150 kV Tambun–Pondok Kelapa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *