Peresmian penajakan sumur ekspolitasi pertama (sumur RD-I) proyek panas bumi Rantau Dedap, Sabtu (4/8).

Lahat, Petrominer – PT Supreme Energy Rantau Dedap komitmen untuk mengembangkan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Rantau Dedap di Sumatera Selatan hingga kapasitas 220 megawatt (MW). Pengembangan tersebut dilakukan dalam dua tahap oleh anak usaha PT Supreme Energy ini, dengan tahap I dibangun kapasitas 90,9 MW (nett).

Proyek panas bumi yang berada di Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Lahat dan Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan itu telah memasuki tahap eksploitasi. Ini ditandai dengan penajakan sumur RD-I3 yang merupakan sumur eksploitasi pertama, Sabtu (4/8). Peresmian penajakan pertama ini dilakukan Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana, Direktur Utama Supreme Energy, Supramu Santosa, para pimpinan pemerintah daerah, serta tamu undangan lainnya.

Proyek PLTP Rantau Dedap, menurut Supramu, merupakan bentuk dari upaya yang konsiten dan komitmen yang kuat dari Supreme Energy dalam mengembangkan sumber daya panas bumi di Indonesia. Ini juga diharapkan dapat berperan penting dalam rencana Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan porsi energy baru terbarukan (EBT) dalam skala nasional untuk mencapai ketahanan energi yang berkelanjutan.

“Tahap pengembangan adalah serangkaian kegiatan yang meliputi pengeboran sumur produksi dan sumur injeksi, pembangunan pembangkit listrik dan fasilitas pendukungnya untuk memproduksi listrik dari sumber daya panas bumi,” jelasnya.

Sebelum memasuki tahap pengembangan ini, Supreme Energy telah berhasil menyelesaikan pengeboran enam sumur eksporasi seama tahun 2012 hingga 2016. Sementara para tahap pengembangan ini, perusahaan nasional itu berencana mengebor 16 sumur yang terdiri dari 14 sumur produksi dan dua sumur injeksi.

“Pada akhir 2018, kami mentargetkan untuk menyelesaikan empat sumur. Dalam tahap pengembangan ini, kami menggunakan dua rig pengeboran yang akan dipakai secara bersamaan dan simultan dari satu sumur ke sumur lainnya. Dengan begitu, kegiatan pengeboran ini bisa berlangsung lebih cepat,” papar Supramu.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pada saat yang bersamaan, pembangkit listrik dan fasilitas pendukungnya sedang dibangun dan diharapkan bisa selesai pada pertengahan tahun 2020. Produksi listrik dari PLTP Rantau Dedap ini akan dikirim ke PT PLN (Persero) berdasarkan perjanjian jual beli listrik selama 30 tahun.

Direktur Utama Supreme Energy, Supramu Santosa.

“Pembangunan pembangkit listrik dan fasilitas pendukungnya dilakukan oleh konsorsium PT Rekayasa Industri dan Fuji Electric Co. Sementara turbin dan generator untuk pembangkit akan disuplai oleh Fuji Electric,” ujar Supramu.

Untuk mengembangkan proyek panas bumi ini, Supreme Energy Rantau Dedap telah menandatangani perjanjian pinjaman dengan Japan Bank for International Coorporation (JBIC), Asian Development Bank (ABD), Nippon Export and Invesment Insurance (NRXI) dan beberapa bank komersial internasional (Miho Bank Ltd., Mitsubishi UFJ Financial Group, Sumitomo Mitsui Banking Corporataion) pada 23 Maret 2018 lalu. Total investasi untuk mengembangkan proyek ini mencapai US$ 700 juta.

Proyek PLTP Rantau Dedap membantu membuka daerah-daerah terpencil di Provinsi Sumatera Selatan, menyediakan kesempatan kerja bagi sekitar 1.200 orang serta memberikan peluang bagi bisnis lokal selama masa konstruksi. Untuk operasional pembangkit nantinya, Supreme Energy juga berjanji untuk mempekerjakan tenaga lokal.

“Pada tahap konstruksi proyek ini akan menciptakan 1.200 lapangan kerja. Tentunya pekerja lokal akan lebih diutamakan. Begitu juga ketika beroperasi nanti. Kami sudah mulai merekrut sarjana-sarjana baru di bidang teknik untuk dilatih dan dipekerjakan nanti,” tutur Supramu.

Supreme Energy Rantau Dedap adalah perusahaan kerjasama antara Supreme Energy, Engie dari Perancis, Marubeni Corporation dan Tohoku Electric Power Co. Inc. dari Jepang. Selain proyek ini, Supreme Energy juga bekerjasama dengan Engie dan Sumitomo Corp. dari Jepang untuk proyek panas bumi Muralaboh di Sumatera Barat dan Rajabasa di Lampung melalui PT Supreme Energy Muara Laboh dan PT Supreme Energy Rajabasa.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here