Salah satu sumur pantau yang dibangun Badan Geologi di area parkir Kementerian Energi dan Sumber Daya mineral, Jakarta. (Petrominer/Pris)
Sebaran sumur pantau di wilayah Cekungan Air Tanah Jakarta.
Dari hasil kajian survei penyusunan masterplan jaringan sumur pantau di Provinsi DKI Jakarta perlu dibuat 206 sumur pantau, sehingga masih perlu dibangun 96 sumur pantau untuk dapat memantau kondisi air tanah secara ideal.
Pengembangan sistem pemantauan secara realtime dan pelayanan data informasi secara elektronik. (Petrominer/Pris)
Pengembangan sistem pemantauan secara realtime dan pelayanan data informasi secara elektronik. (Petrominer/Pris)
Pengembangan sistem pemantauan secara realtime dan pelayanan data informasi secara elektronik.
Pengembangan sistem pemantauan secara realtime dan pelayanan data informasi secara elektronik.
Hasil pemantauan kualitas air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta.
Hasil pemantauan kualitas air tanah di Cekungan Air Tanah (CAT) Jakarta.
Isu penurunan permukaan tanah Jakarta.
Menteri ESDM, Ignatius Jonan. (Petrominer/Fachry Latief)
Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Rudy Suhendar. (Petrominer/Fachry Latief)
Jakarta, Petrominer – Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral telah membangun sejumlah sumur pantau untuk memonitor penurunan muka air tanah dan juga penurunan tanah (landsubsidence) serta instrusi air laut. Perubahan ini terjadi akibat pengambilan air tanah secara berlebihan, seperti di wilayah Jakarta.
Dengan bantuan perangkat kerat dan perangkat lunak, Badan Geologi memantau secara realtime perkembangan tersebut dan menyajikan layanan data informasi secara elektronik. Ini dilakukan dalam rangka pengelolaan sumberdaya air tanah guna menjaga kelangsungan ketersediaan sumberdaya air tanah.
Tinggalkan Balasan