,

Sumur Bor untuk Palu, Sigi, dan Donggala

Posted by

Jakarta, Petrominer – Dalam upaya membantu ketersediaan air bersih pasca bencana bagi warga Palu, Sigi, dan Donggala di Sulawesi Tengah, PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) memulai program pembuatan sumur bor. Sebanyak 10 sumur bor ditargetkan bisa dibangun di sejumlah lokasi yang membutuhkan..

“Air bersih menjadi kebutuhan yang krusial bagi masyarakat di wilayah bencana. Oleh karena itu, program penyediaan sumur bor ini menjadi salah satu perhatian DSLNG,” ujar Direktur Urusan Korporasi DSLNG, Aditya Mandala, Minggu (21/10).

Program sumur bor tersebut telah dikoordinasikan dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Rencana ini pun telah dilaporkan langsung kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan saat berkunjung ke Palu pada 19 Oktober 2018

Sehari kemudian, Sabtu (20/10), titik pertama sumur bor mulai dikerjakan oleh DSLNG bekerja sama dengan Badan Geologi, Kementerian ESDM. Lokasinya di Mesjid Al Azhar, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat. Kedalaman sumur bor diperkirakan mencapai 40 meter dengan waktu pengerjaan 5-7 hari. Sumur bor tersebut akan dilengkapi dengan bak penampung air ukuran 1-2 ton.

Lokasi sumur lainnya untuk wilayajh Palu, Sigi, dan Donggala, tengah dalam proses survey dan dikoordinasikan lebih lanjut dengan pemerintah provinsi Sulawesi Tengah. “Target kami seluruh sumur tersebut bisa selesai dikerjakan akhir Desember,” jelas Aditya.

Selain membantu pembuatan sumur bor, selama periode tanggap darurat DSLNG telah mengirimkan tim tanggap darurat yang terdiri atas karyawan DSLNG, dokter dan petugas medik untuk membantu korban gempa, tsunami, dan likuifaksi, di wilayah Palu, Sigi, dan Donggala. Atas izin Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah, tim medik sempat memfungsikan Puskesmas Sangurara di Kelurahan Duyu, Palu Barat sebagai posko layanan kesehatan.

Posko yang beroperasi mulai 3 Oktober hingga 15 Oktober 2018 tersebut memberikan pelayanan kesehatan kepada sekitar 1.000 masyarakat korban gempa, menyelenggarakan vaksinasi antitetanus bagi sekitar 350 petugas evakuasi, jurnalis peliput bencana, dan warga yang membutuhkan. Tim tanggap darurat DSLNG juga melakukan penyaluran logistik yang dihimpun dari donasi karyawan dan perusahaan kepada warga yang menjadi korban gempa, tsunami, dan likuifaksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *