Proses pembangunan jaringan listrik ke desa-desa terpencil menjadi tantangan tersendiri bagi PLN demi menerangi hingga ke ujung negeri.

Balikpapan, Petrominer – Melistriki desa-desa terpencil memiliki tantangan tersendiri. Jarak yang jauh dan akses yang sulit di tempuh menjadi tantangan yang kerap kali ditemui oleh petugas PT PLN (Persero).

Seperti yang disampaikan Hasmon Karaeng, seorang petugas PLN yang bertindak sebagai pengawas proyek listrik pedesaan di Kabupaten Malinau, Kalimatan Utara.

Dia mengaku harus menempuh perjalanan sejauh 62,5 kilometer (km) dengan jalan berupa medan tambang yang belum beraspal. Durasi perjalanan selama dua jam pun harus ditempuh dari pusat kota Malinau demi melistriki enam desa di Kecamatan Malinau Selatan dan Kecamatan Malinau Selatan Ilir.

Malahan, ketika hujan turun, tak jarang mobil yang digunakan untuk mengangkut material terjebak dalam kubangan tanah. “Terpaksa kalau sudah begitu kita harus turun dari mobil dan mendorong. Kalau tidak begitu ya kita tidak bisa sampai ke lokasi pembangunan,” tutur Hasmon, Selasa (4/8).

Meskipun penuh dengan tantangan, Hasmon dan kawan-kawannya selalu menjalani pekerjaan dengan penuh keikhlasan. Kerja kerasnya pun terbayar ketika berhasil melihat desa-desa yang dituju menjadi terang di kala malam hari.

“Ikhlas, sangat ikhlas. Seluruh lelah perjuangan terbayar ketika melihat desa-desa terang menyala,” tegasnya

General Manager PLN Unit Induk Wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (UIW Kaltimra), Sigit Witjaksono, menyatakan bahwa PLN terus mewujudkan komitmen untuk menerangi hingga ke ujung negeri. Salah satunya melalui pembangunan infrastruktur untuk melistriki enam desa yang tersebar Kecamatan Malinau Selatan dan Kecamatan Malinau Selatan Ilir. Keenam Desa tersebut adalah Desa Bila Bekayuk, Long Loreh, Sengayan, Pelencau , Long Adiu, Punan Long Adiu.

“Pekerjaan konstruksi tiang dan penarikan jaringan sudah dilakukan. Sekarang tim tengah memastikan kesiapan material untuk penyambungan listrik bagi calon pelanggan di keenam desa tersebut. PLN tengah menanti untuk segera menyambung sedikitnya 600 calon pelanggan baru di sana,” ujar Sigit.

Untuk melistriki enam desa tersebut, PLN membangun jaringan tegangan menengah (JTM) sepanjang 33.23 kilometer sirkit (kms) dan jaringan tegangan rendah (JTR) sepanjang 10.19 kms. Pasokan listriknya akan disuplai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Malinau, yang saat ini berjalan dengan sistem isolated.

Selesainya proyek pembangunan listrik pedesaan di Malinau tentunya menjadi angin segar bagi masyarakat yang telah mendamba listrik. Pasalnya selama ini, mereka mengandalkan genset pribadi dan listrik swadaya untuk menyalakan listrik di rumah-rumah.

Saat ini, PLN tengah melakukan persiapan sosialisasi kelistrikan, sambil menunggu kesiapan penyambungan bagi warga di sana.

“Sosialisasi sebelum penyambungan listrik perlu kita lakukan, supaya warga memahami bagaimana menggunakan listrik secara aman dan bahaya apa yang harus diwaspadai. Tentunya, kita berharap semuanya berjalan lancar supaya listrik untuk keenam desa tersebut segera tersambung sehingga dapat meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat,” ungkap Sigit.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here