Karawang, Petrominer – PT Pertamina EP terus berupaya menjaga kuantitas produksi minyak dan gas bumi (migas) Tambun Field. Ini untuk mengimbangi kondisi sumur-sumur di lapangan tersebut yang mengalami tingkat penurunan alamiah 12 persen.
“Karakteristik sumur migas di sini adalah naturally decline, karena itu kami berupaya menjaga lanjut decline,” ujar Pertamina EP Asset 3 Tambun Field Manager, Ceppy Agung Kurniawan, di sela-sela acara peresmian Program Pemberdayaan Masyarakat Tambun Field di Desa Tambaksari, Kecamatan Tirtajaya, Kerawang, Jawa Barat, Rabu (25/9).
Ceppy menjelaskan, beberapa aktivitas yang dilakukan untuk menjaga tingkat produksi di Tambun Field adalah melakukan pekerjaan perawatan sumur PDM-14, PDL-01, optimasi gaslift Pondok Tengah, MB-04 reaktivasi, optimasi condensate plant, serta reparasi sumur-sumur di struktur Tambun. Kegiatan yang sudah dilakukan sejak awal tahun 2019 ini terbukti telah menghasilkan tambahan produksi gas.
“Kami juga melakukan pressure maintenance dengan new pattern injeksi di area Tambun Utara dan rencana optimasi (bean up & bean down) untuk sumur TGP sesuai persetujuan dari tim EPT Asset, 3 serta inovasi berkelanjutan hingga mendapatkan paten untuk H2S removal,” jelasnya.
Hasilnya, laju penurunan produksi berhasil ditekan hingga angka 12 persen. Per 20 September 2019, produksi minyak Tambun Field mencapai 1.683 barel per hari (bph) dan gas sebanyak 31,55 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Sementara total produksi minyak Pertamina EP Asset 3 tercatat 13.049 bph dan gas sebesar 259,7 MMSCFD.
Untuk tahun 2019 ini, Pertamina EP mengalokasikan belanja modal untuk Tambun Field sebesar US$ 3,85 juta. Nilai ini naik dibandingkan belanja modal tahun 2018 yang sebesar US$ 2,7 juta.

Menurut Ceppy, dana tersebut digunakan untuk pengadaan dua unit mobile multiphase flow meter untuk kebutuhan pengukuran dan monitoring sumur, perbaikan pipa-pipa produksi TBN U, TBN V, dan perbaikan trunk line minyak dan gas dari PDT-TBN.
“Dana ini juga digunakan untuk pengadaan fire truck/fire jeep untuk HSSE, general overhaul compressor, dan reaktivasi cluster MB-04,” paparnya.








Tinggalkan Balasan