
Jakarta, Petrominer – Tekanan biaya operasional (operational expenditure/Opex) mendorong perusahaan pertambangan mencari cara meningkatkan produktivitas tanpa terus menambah aset. Dalam kondisi tersebut, keandalan alat berat dan pengurangan downtime menjadi faktor penting untuk menjaga efisiensi operasi.
Dalam operasi pertambangan, menurut General Manager B2B Castrol Indonesia, Troy Howard, downtime bukan sekadar persoalan perawatan, tetapi dapat langsung memengaruhi produktivitas, utilisasi aset, dan biaya operasional. Karena itu, menjaga alat berat tetap tersedia dan berfungsi optimal menjadi bagian penting dari strategi efisiensi.
“Keandalan mesin perlu dibangun melalui langkah antisipatif, bukan baru dilakukan setelah terjadi kerusakan. Keandalan mesin tidak dimulai ketika terjadi masalah, tetapi dari bagaimana kita mengantisipasi dan menjaga kondisinya sejak awal. Bagi industri pertambangan, equipment yang lebih andal berarti lebih sedikit gangguan operasional dan peluang untuk mengoptimalkan utilisasi aset,” ujar Troy dalam acara diskusi di booth Castrol pada Mining Indonesia 2026, Jum’at (11/9).
Menurutnya, pemilihan pelumas dan pengelolaan sistem pelumasan menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi mesin, terutama pada operasi pertambangan dengan beban kerja tinggi.

Dalam kondisi tersebut, alat berat menghadapi jam operasi panjang, temperatur tinggi, debu, dan berbagai kontaminan yang dapat mempercepat degradasi pelumas. Kondisi itu berpotensi memicu penumpukan deposit dan pengentalan oli yang pada akhirnya mengganggu performa mesin.
Untuk itulah, Castrol hadir melalui Castrol CRB Mining untuk memperkuat perannya sebagai mitra teknis bagi industri pertambangan. Produsen pelumas ini menawarkan solusi pelumasan sekaligus keahlian teknis untuk menjaga performa dan memperpanjang usia pakai mesin.
Troy menjelaskan, Castrol CRB Mining diformulasikan dengan cleaning agents untuk membantu mengendalikan penumpukan deposit serta antioksidan untuk menghambat reaksi kimia yang dapat menyebabkan pengentalan oli. Pengelolaan pelumasan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kebersihan mesin dan kondisi oli sepanjang masa pakai.
“Melalui kombinasi produk, keahlian teknis, dan wawasan industri, Castrol menargetkan dukungan terhadap operator tambang dalam menjaga keandalan alat berat sekaligus meningkatkan efisiensi operasional,” ungkapnya.
Equipment Reliability
Kehadiran Castrol di Mining Indonesia 2026 memperlihatkan bahwa pengelolaan pelumasan dan equipment reliability semakin terkait dengan upaya perusahaan tambang menekan biaya. Dengan mengoptimalkan kondisi alat yang sudah beroperasi, perusahaan memiliki ruang untuk meningkatkan utilisasi aset tanpa harus selalu menambah investasi peralatan.
Selain menawarkan produk, Castrol membawa perspektif industri melalui diskusi mengenai equipment reliability dan perawatan proaktif dalam ajang Mining Indonesia 2026. Diskusi tersebut mempertemukan perspektif ekonomi dan teknis mengenai optimalisasi aset serta upaya mengurangi risiko gangguan operasional.
Direktur INDEF Green Transition Initiative, Imaduddin Abdullah, mengatakan peningkatan produktivitas tidak selalu harus dilakukan dengan menambah aset baru. Optimalisasi terhadap aset yang sudah dimiliki dapat menjadi salah satu pilihan ketika perusahaan menghadapi tekanan biaya.
“Di tengah tekanan biaya operasional, peningkatan produktivitas tidak selalu berarti menambah aset. Salah satu peluangnya adalah memastikan aset yang sudah dimiliki dapat digunakan secara optimal, tersedia ketika dibutuhkan, dan menghasilkan nilai yang lebih tinggi bagi perusahaan,” ujar Imaduddin.
Sementara Department Head of Long-Term Research & Regulation Perkumpulan Tenaga Ahli Alat Berat Indonesia, Widhi Setya, menekankan pentingnya pendekatan perawatan yang lebih proaktif.
Menurut Widhi, perawatan tidak seharusnya hanya dilakukan setelah alat mengalami kerusakan. Preventive maintenance, pemantauan kondisi alat, dan pengelolaan perawatan yang disiplin diperlukan untuk menjaga performa sekaligus mengurangi risiko unplanned downtime.








Tinggalkan Balasan