Jakarta, Petrominer – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyampaikan keprihatinan atas adanya kebakaran di sumur minyak ilegal di Aceh Timur. Kobaran api di sumur pengeboran minyak tradisional di Desa Pasir Putih, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, Aceh, terbakar sejak Rabu (25/4) dini hari dan hingga kini belum bisa dipadamkan.
“Kami menyampaikan keprihatinan kepada para korban. Saat ini insiden ini sedang dalam penanganan. SKK Migas dan Pertamina EP siap bekerja sama dengan instansi terkait supaya masalah ini segera bisa teratasi,” ujar Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, Wisnu Prabawa Taher, Kamis (26/4).
Wisnu menegaskan, kejadian kebakaran tersebut bukan berasal dari aktivitas Pertamina EP namun dari kegiatan penambangan minyak mentah liar (ilegal) yang dilakukan oleh oknum masyarakat.
“Hal seperti ini masih menjadi salah satu masalah yang dihadapi industri hulu migas saat ini. Selain merugikan negara, praktik ini juga membahayakan masyarakat dan lingkungan karena tidak dilakukan dengan kaidah-kaidah di industri hulu migas,” ujarnya.
Menurut Wisnu, sumber daya alam migas bukan untuk dinikmati oleh oknum-oknum tertentu tetapi merupakan milik negara yang diusahakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia. SKK Migas berharap pihak berwajib dapat menindak tegas pelaku penambangan minyak liar ini. Selain itu masyarakat juga diharapkan dapat membantu menyebarkan pemahaman bahwa kegiatan ini bertentangan dengan hukum dan membahayakan.
Pertamina EP Asset 1 sudah mengirimkan tim lengkap pemadam kebakaran. Rencananya akan dilakukan penutupan lubang dan mengontrol gas yang keluar melalui pipa flare.
Sebelumnya dilaporkan bahwa percikan api dari sumur telah menyambar ke segala penjuru yang sudah terlebih dahulu digenangi minyak mentah. Akibat kebakaran tersebut, sedikitnya 10 orang meninggal dunia dan 40 orang lainnya menderita luka bakar serius.
Para petugas pemadam kebakaran beserta masyarakat sekitar masih berupaya memadamkan api yang terus menyala dari dalam sumur berkedalaman 250 meter itu. Lokasi sumur pengeboran berada di dekat permukiman warga sehingga menghanguskan tiga unit rumah.








Tinggalkan Balasan