SKK Migas: Perlunya Ubah Mindset Pekerja Hulu Migas

0
359
Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf, saat menyampaikan sambutan dalam acara pembukaan The 13th Indonesia Human Resource Summit (IHRS) 2023, di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Senin (19/6).

Nusa Dua, Bali, Petrominer – Wakil Kepala SKK Migas, Nanang Abdul Manaf, menyatakan perlu adanya perubahan mindset dari para pekerja industri hulu minyak dan gas bumi (migas) dalam upaya memenuhi kebutuhan migas yang terus meningkat. Dua hal yang perlu ditanamkan dalam mendorong perubahan mindset adalah sense of crisis dan sense of urgency.

“Pada tahun 2050, kebutuhan minyak bumi diperkirakan meningkat dari 1,66 juta barel minyak per hari (BOPD) menjadi 3,97 juta BOPD, atau naik sebesar 139 persen. Sedangkan kebutuhan gas bumi meningkat jauh lebih besar, yaitu sebesar 298 persen. Kebutuhan gas bumi saat ini berada pada kisaran 6 juta kaki kubik per hari (MMSCFD), dan diperkirakan meningkat hingga 26 ribu MMSCFD,” ujar Nanang dalam acara pembukaan The 13th Indonesia Human Resource Summit (IHRS) 2023, Senin (19/6).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, menurutnya, perlu adanya perubahan mindset dari para pekerja industri hulu migas. Sementara salah satu aspek terpenting dalam industri hulu migas adalah people, yang menjadi fokus dalam kegiatan IHRS.

“Visi besar dan rencana strategis SKK Migas bersama KKKS akan sulit terwujud jika kita tidak mengubah mindset kita. Hasil yang besar tidak mungkin dipanen dari cara-cara kerja yang biasa-biasa saja. Untuk itu yang harus kita tanamkan adalah kita harus bekerja dengan pendekatan business-not-as usual. Pendekatan ini akan menghadirkan terobosan cara-cara kerja yang lebih baik, lebih cepat, dan pada akhirnya lebih mendekatkan kita pada visi yang ingin kita capai,” ungkap Nanang.

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa dua hal yang perlu ditanamkan dalam mendorong perubahan mindset adalah sense of crisis dan sense of urgency.

“Sejauh mana kita sudah memiliki sense of crisis dan sense of urgency utamanya terhadap keselamatan kerja di industri hulu migas. Walaupun incident rate Indonesia masih berada di bawah rata-rata incident rate global, kita perlu memastikan bahwa tidak ada insan pekerja hulu migas yang mengalami kecelakaan kerja,” tegasnya.

Seperti halnya mengubah kebiasaan, menurut Nanang, perubahan mindset bukanlah perkara yang mudah. Malahan, tidak akan selesai dalam waktu satu hari saja. Perlu strategi yang cermat dan praktik berulang sehingga mindset baru akan benar-benar terinternalisasi.

“Dalam acara IHRS inilah pentingnya peran fungsi SDM untuk melakukan human resources engineering yang dapat mempercepat dan memperkuat proses perubahan mindset ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Chairwoman The 13th Indonesia HR Summit, Mira Tripuspita, menjelaskan bahwa IHRS akan diselenggarakan sampai besok, Selasa (20/6), di Bali Nusa Dua Convention Center. Penyelenggaranya adalah SKK Migas bersama tiga Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yakni PT Pertamina EP, Saka Indonesia Pangkah Limited, dan Eni Muara Bakau B.V., serta didukung oleh PT Multi Taruna Sejati.

“Ini merupakan acara konferensi tahunan mengenai sumber daya manusia (SDM) yang paling bergengsi di Indonesia dan ASEAN,” ujar Mira.

IHRS tahun ini mengangkat tema “Redefining Human Capital: Inspiring People to Take Action: Think B.I.G, Win B.I.G.” untuk menjawab tantangan-tantangan yang muncul di dunia kerja saat ini. Dengan mengikuti IHRS 2023, para peserta mempunyai kesempatan untuk menggali tren, teknologi terkini, serta strategi utama di berbagai ruang sumber daya manusia yang berubah dengan cepat.

“IHRS tahun ini diharapkan dapat mendorong para pesertanya untuk berpikir lebih luas, mengubah paradigma yang telah ada, dan memotivasi mereka untuk mengenali potensi, memperluas batasan-batasan yang ada, serta mengambil langkah nyata untuk mencapai tujuan organisasi dan individu,” jelasnya.

Penyelenggaraan IHRS tahun ini diikuti oleh tidak kurang dari 1.000 orang praktisi sumber daya manusia yang berasal dari beragam industri antara lain minyak dan gas, perbankan, asuransi, kesehatan, perusahaan rintisan, pertambangan, akademisi, manufaktur, dan lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here