Jakarta, Petrominer – Beberapa saat jelang memasuki tahun 2020, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) meluncurkan Integrated Operation Center (IOC) untuk memantau kegiatan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) migas secara real time. Ini diharapkan bisa menjadi salah satu lompatan maju SKK Migas untuk melakukan akselerasi operational excellence di hulu migas.
“Ini merupakan sebuah sistem yang dapat melakukan day to day monitoring operation secara real time sehingga memudahkan SKK Migas mendapatkan akses data setara KKKS sebagai operator dalam pelaksanaan pengelolaan kegiatan di wilayah operasi KKKS,” ujar Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, saat meluncurkan IOC, Selasa malam (31/12).
Dwi Soetjipto menjelaskan sistem ini diharapkan dapat menjadi salah satu lompatan maju SKK Migas untuk melakukan akselerasi operational excellence di hulu migas. Ini merupakan salah satu bagian pelaksanaan transformasi SKK Migas untuk membangun organisasi as center of excellence dan digitalisasi.
“Membangun digitalisasi melalui IOC adalah salah satu inovasi dan langkah maju SKK Migas dalam menggunakan teknologi untuk mendukung pencapaian target hulu migas,” tegasnya.
IOC mencakup beberapa layanan pengelola kinerja yang terhubung dengan KKKS sehingga produksi, manajemen fasilitas, kegiatan pengeboran (drilling), dan kegiatan operasi lifting migas bisa terpantau secara realtime dan online. IOC juga dirancang sebagai working collaborative environment.
Dengan adanya IOC, menurutnya, SKK Migas tidak lagi pasif dan menunggu laporan dari KKKS. SKK Migas dapat lebih aktif melakukan pengawasan dan dapat membantu KKKS dengan memberikan saran-saran dan room of improvement agar tidak hanya terpaku untuk memenuhi target-target yang telah ditetapkan dalam Work, Plan & Budget, namun juga mendorong KKKS untuk mencapai target yang lebih tinggi lagi.
“Dengan telah beroperasinya IOC, maka KKKS tidak dapat lagi santai-santai dalam melaksanakan programnya. Dengan data yang real time, tidak ada lagi yang disembunyikan, oleh karena itu kami mengajak KKKS untuk lebih melihat adanya peluang dari integrasi data ini melalui peningkatan kolaborasi yang lebih intens antara SKK Migas dan KKKS. Mari kita kaji setiap potensi yang ada dan bersama-sama kita melakukan best effort,” ujar Dwi Soetjipto.
Sebelumnya IOC sudah dilakukan soft launch oleh Menteri ESDM pada 16 Desember 2019 lalu dalam acara Raker SKK Migas. Selanjutnya, IOC sudah dilakukan perbaikan dan peningkatan berdasarkan masukan dan diskusi dengan KKKS pada saat manajemen SKK Migas melakukan kegiatan monitoring lifting akhir tahun 2019 di enam lokasi lifting yang di Jawa, Kalimantan dan Sumatera tanggal 26-28 Desember 2019.
Saat ini, untuk pelaporan produksi, stok, dan lifting minyak dan gas bumi sudah dapat diakses secara online melalui IOC. Database sudah terintegrasi dengan 95 persen KKKS produksi, sehingga sudah mencerminkan kondisi operasi KKKS secara nasional. Integrasi dengan KKKS lainnya terus berlangsung, sehingga seluruh KKKS nantinya dapat terhubung melalui IOC.









Tinggalkan Balasan