,

Sistem Kelistrikan Bima Normal

Posted by

Mataram, Petrominer — PT PLN (Persero) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan aliran listrik di wilayah Bima dan sekitarnya sudah normal, paska bencana banjir bandang yang terjadi Rabu dan Jum’at minggu lalu. Sebagian besar gardu listrik yang mati telah berhasil dinyalakan kembali.

Data PLN menunjukkan hanya tersisa satu gardu yang belum berhasil dinyalakan. Hal ini disebabkan adanya tiang jaringan listrik yang rubuh.

“Satu tiang di Dusun Kabanta, Kelurahan Rasanae, rubuh. Kami kesulitan mengakses lokasi untuk memperbaiki karena terdapat longsor,” ujar General Manager PLN Wilayah NTB, Karyawan Aji, dalam keterangan pers yang diterima Petrominer, Kamis (29/12).

Menurut Aji, akibat belum beroperasinya satu gardu tersebut, dari 36.000 pelanggan terdampak banjir, sekitar 100 pelanggan di Dusun Kabanta belum bisa menikmati aliran listrik.

Sementara untuk kondisi ketersediaan daya, Sistem di Bima tidak lagi defisit. Total kemampuan daya di Bima saat ini mencapai 44 MW. Sementara beban puncak sebesar 41 MW.

Tidak hanya itu, jelas Aji, untuk Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) penghubung Bima-Sape juga sudah beroperasi normal. Hal ini membuat sistem kelistrikan Sape tidak lagi defisit dan terisolasi.

“Sebelumnya proses perbaikan tiang rubuh ini juga terkendala oleh sulitnya akses ke lokasi karena putusnya jembatan Kodo, Rasanae Timur. PLN pun perlu memutar jalan sejauh 5 km untuk menuju ke lokasi,” paparnya.

Sambungan Rumah

Meskipun Sistem Kelistrikan Bima sudah normal, namun PLN tidak menampik jika pemadaman di beberapa rumah warga masih terjadi. Hal ini disebabkan oleh terputusnya kabel Sambungan Rumah (SR) atau rusaknya kWh meter akibat terendam banjir.

Kabel SR adalah jaringan listrik yang menghubungkan antara jaringan tegangan rendah dengan rumah pelanggan. Untuk memperbaiki SR dan kWh meter yang rusak PLN akan melakukan pengecekan ke seluruh rumah pelanggan, khususnya yang masih padam.

“Kami memperkirakan terdapat 100 kWh meter yang mengalami kerusakan. Kami akan terjunkan petugas, karena wilayah yang terkena banjir cukup luas. Kami menargetkan dalam satu minggu ini perbaikan SR dan kWh meter bisa selesai,” terang Aji.

Dia menjelaskan, proses pergantian kWh meter dan penyambungan SR akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan keamanan instalasi rumah. Untuk mempercepat proses perbaikan, PLN mengajak pelanggan yang masih mengalami pemadaman untuk segera melapor ke Kantor PLN Area Bima yang terletak di Jalan Sultan Salahudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *