Jakarta, Petrominer – Pemerintah memiliki komitmen tinggi dalam memberikan kepastian atas layanan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada masyarakat. Sebagai institusi yang mengemban tanggung jawab tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalin sinergi dengan Kementerian Dalam Negeri dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.
“Sebagai komoditas vital dan mengusai hajat hidup orang banyak, Pemerintah wajib menjamin ketersedian dan kelancaran pendistribusian BBM sebagaimana amanat UU Migas,” kata Menteri ESDM, Arifin Tasrif, saat memberikan sambutan usai menandatangani Pernyataaan Bersama Menteri ESDM, Menteri Dalam Negeri dan Kepala POLRI tentang Pengawasan Bersama Penyediaan dan Pendistribusian BBM di Wilayah NKRI di Kementerian ESDM, Kamis (9/1).
Sinergi kali ini akan lebih difokuskan untuk Jenis BBM Tertentu (JBT) jenis minyak solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) jenis premium di seluruh wilayah Indonesia, sehingga pendistribusiannya tepat sasaran dan tepat volume. Pengawasan ini juga mengantisipasi ketersediaan BBM pada hari besar dan hari libur nasional.
Menurut Arifin, salah satu faktor terjalinnya kerja sama ini dilatarbelakangi oleh penyaluran JBT minyak solar pada tahun 2019 yang melebihi batas kouta. Karena itu, perlu diambil langkah taktis dan strategis seperti ini, sehingga penguatan dan efektivitas pengawasan BBM mampu menekan impor BBM dan defisit neraca perdagangan migas dapat diperbaiki.
Upaya lain yang ditempuh Kementerian ESDM adalah menugaskan PT Pertamina (Persero) memasang teknologi IT pada setiap nozzle guna mendata ketepatan penyaluran bensin jenis pelayanan masyarakat (public service obligation/PSO) dan non-PSO. Selain itu, Kementerian ESDM juga membuat Posko Nasional ESDM yang berlokasi di kantor Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
Nantinya, pengawasan penyediaan dan pendistribusian BBM lebih ditekankan pada aspek pre-emtif dan preventif. Apabila terjadi pelanggaran dan/atau penyimpangan akan dilakukan penegakan hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Komitmen pengawasan BBM juga ditegaskan oleh Kapolri Idham dengan membentuk Satgas Kuda Laut yang dipimpin oleh Kabareskim.
“Kami berkomitmen agar migas tahun 2020 ini penyaluran lebih baik lagi. Saya yakinkan speed kita akan cukup kencang. Tidak ada keberhasilan kalau kita tidak kompak. Ayo kita sama-sama bangun komunikasi. Kami tindak tegas yang melanggar. Untuk itu, saya berkomitmen saya bentuk Satgas Kuda Laut agar kita mengawal program pemerintah ini,” tegas Idham.










Tinggalkan Balasan