Roma-Genoa, Petrominer – RINA dan Eni sepakat untuk bersama-sama mengembangkan inisiatif yang dapat berkontribusi pada transisi energi dan dekarbonisasi kegiatan operasi masing-masing, khususnya transportasi atau angkutan laut. Dalam sinergi ini, RINA dan Eni bakal memanfaatkan keahlian masing-masing.
Kerja sama tersebut dituangkan dalam sebuah kesepakatan yang ditandatangani oleh Chairman & CEO RINA, Ugo Salerno, dan Chief Operating Officer untuk Energy Evolution Eni, Giuseppe Ricci, Senin (29/5).
Secara khusus, perjanjian tersebut berfokus pada penggunaan biofuel Hydrogenated Vegetable Oil (HVO) yang diproduksi Eni di kilang bio Venesia dan Gela, serta sumber energi lainnya seperti hidrogen dan amonia biru maupun hijau dari biogenik, bahan mentah terbarukan atau limbah yang tidak bersaing dengan rantai makanan di sektor angkutan laut. Selain itu, kemitraan tersebut juga meliputi pengembangan inisiatif untuk logistik dan rantai nilai angkutan laut, dan penerapan metode tersertifikasi untuk perhitungan taksonometri dari manfaat emisi yang akan dihasilkan.
Eni dan RINA juga akan mempertimbangkan untuk melakukan eksperimen dan proyek percontohan penangkapan emisi CO2 di atas kapal untuk berkontribusi lebih lanjut dalam mengejar tujuan keberlanjutan di sektor angkutan laut.
“Kerja sama antara kedua perusahaan ini adalah langkah maju menuju tujuan bersama dekarbonisasi industri dan transportasi. Dengan berbagi pengetahuan dan pengalaman bersama Eni, kami akan berkontribusi dalam mengembangkan model pasokan energi yang inovatif. Kolaborasi kami akan dimulai dengan berfokus pada sektor angkutan laut, industri yang terdiversifikasi dan sulit dikurangi dengan memanfaatkan inisiatif yang telah diadopsi oleh segmen industri lain untuk operasi dekarbonisasi,” ujar Ugo Salermo.
“Eni dan RINA dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap dekarbonisasi angkutan laut dengan kekayaan keahlian dan kemampuan teknologinya. Melalui pendekatan teknologi-agnostik, kami menjajaki berbagai solusi. Berkat perjanjian ini, kami akan memiliki kesempatan untuk mempelajari dan mengembangkannya dalam jangka pendek, menengah dan panjang, dengan tujuan membuat angkutan laut lebih berkelanjutan dan memenuhi kebutuhan pemilik kapal dan operator logistik,” ujar Giuseppe Ricci.









Tinggalkan Balasan