Direktur Utama PLN, Sofyan Basir (kiri) dan Direktur Utama Waskita Karya, M. Choliq (kanan) disaksikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno (tengah) usai menandatangani kontrak pembangunan transmisi 500 kilo volt (KV) Sumatera, Muara Enim-New Aurduri sepanjang 554 kilometer sirkit (kms).

Jakarta, Petrominer — PT Waskita Karya (Persero) Tbk akan segera memulai pembangunan jaringan transmisi listrik Muara Enim-New Aurduri sepanjang 554 kilometer sirkit (kms) di perbatasan Propinsi Sumatera Selatan dengan Jambi. Jaringan transmisi 500 kilo volt (KV) ini merupakan bagian dari jaringan transmisi yang akan dibangun PT PLN (Persero) di lintasan Sumatera, dengan total sepanjang 16.213 Kms.

Kepastian pembangunan jaringan SUTET 500 Kv itu dicapai dengan ditandatanganinya kontrak pembangunan antara PLN dan Wasika Karya di kantor pusat PLN, Jum’at sore (7/7). Ini merupakan salah satu bentuk sinergi BUMN dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan di Indonesia.

“Jaringan utama dari transmisi ini nantinya bakal menyangga produksi listrik dari pembangkit listrik Mulut Tambang di Sumatera Selatan dengan kapasitas 3.000 MW,” ujar Direktur Utama PLN, Sofyan Basir.

Sofyan Basir mengungkapkan bahwa transmisi ini merupakan bagian dari pembangunan 46 ribu kilometer sirkuit jaringan transmisi seluruh Indonesia yang ditargetkan selesai tahun 2019. Jalur transmisi Muara Enim-New Aurduri ini bagian dari transmisi yang dibangun di lintasan Sumatera, dengan total sepanjang 16.213 Kms.

Adapun proyek pembangunan yang ditandatangani mencakup pekerjaan konstruksi pembangunan SUTET 500 kV Sumatera Jalur Muara Enim-New Aurduri (Sumsel-Jambi), Pendanaan, Pembebasan lahan dan ROW, Perijinan serta studi AMDAL. Nilai dari proyek menelan lebih dari Rp 3 triliun. Pekerjaan ini akan dilaksanakan dalam kurun waktu 3 tahun.

“Keunggulan proyek ini antara lain adalah pembebasan lahan relative lebih cepat, PLN tidak perlu menyediakan anggaran di depan dan koordinasi lebih intensif dapat dilakukan karena merupakan sinergi antar BUMN,” ujar Sofyan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here