Kuasa Hukum PT Surya Energi Raya (SER), Ilya Sumono.

Bojonegoro, Petrominer – PT Surya Energi Raya (SER) menyatakan tidak keberatan dilakukan renegoisasi untuk merubah status kepemilikan saham dalam pengelolaan Participating Interest (PI) Blok Cepu di Kabupaten Bojonegoro. Malahan, SER menawarkan seluruh saham yang dimilikinya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro.

“Sepanjang persyaratan yang diajukan bisa diterima, kami bersedia menjual seluruh sahamnya kepada Pemkab. Bagaimana caranya, inilah yang perlu dibicarakan lebih lanjut. Namun kami tidak bisa ikut campur terkait permasalahan di internal Pemkab Bojonegoro,” ujar Kuasa Hukum SER, Ilya Sumono, dalam sebuah diskusi yang digelar Bojonegoro Institute, Jum’at (11/9).

Selama ini, pengelolaan PI Blok Cepu Kabupaten Bojonegoro dilakukan oleh PT Asri Dharma Sejahtera (ADS). Komposisi pemegang sahamnya adalah 75 persen dimiliki SER dan 25 persen sisanya milik Pemkab Bojonegoro.

Hubungan kerjasama antara SER dan Pemkab Bojonegoro didasari hubungan setara antara mitra bisinis yang bersinergi dengan tujuan mengembangkan ADS, yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Dengan begitu, kemitaraan ini bisa menghasilkan keuntungan bagi para pemegang saham dan secara tidak langsung juga dapat memberikan kontribusi pendapatan daerah bagi Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Ilya menegaskan, jika Pemkab Bojonegoro ingin membeli saham yang dimiliki SER, harus dibeli semuanya. Opsi ini disebutnya sebagai pilihan bisnis terbaik. Namun jika hanya dibeli sebagian atau porsi saham dikurangi, SER akan menolaknya.

“Itu risiko bisnis, apalagi kalau (sahamnya) dikurangi lagi. Maka solusi yang paling masuk akal adalah sebagian saham kita jangan dikurangi, namun kita sangat berharap seluruhnya dibeli,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ilya menjelaskan bahwa ide dasar bisnis yang dijalankan oleh SER adalah ingin membesarkan daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas). Selanjutnya, jika dirasa daerah tersebut sudah mampu berdiri sendiri, SER akan melakukan investasi ke daerah lain yang baru memulai.

“Investasi minyak ini merupakan bisnis yang berkelanjutan. Prioritas kami saat ini bisa melakukan investasi di bidang lain di daerah yang membuka ladang minyak dan baru dimulai,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur ADS, Lalu M Syahril Majidi, mengatakan bahwa pembelian seluruh saham milik SER kurang elok. Pasalnya, publik bakal menilainya sebagai upaya investor untuk keluar dari Bojonegoro.

“Itu kurang elok jika semua dijual. Apalagi dalam suasana pandemi Covid-19. Bisa muncul tudingan investasi lari dari Bojonegoro,” tegas Lalu.

Dia pun minta agar SER mempertimbangkan kembali niatnya tersebut. Apalagi, Pemkab hanya ingin agar masyarakat Bojonegero bisa memperoleh keuntungan dari pengelolaan PI Blok Cepu tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here