, ,

Sempat Terganggu, Pasokan Gas Nusantara Regas Pulih Kembali

Posted by

Jakarta, Petrominer – PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) menyatakan telah berhasil mengatasi gangguan dalam proses regasifikasi di Floating Storage Receiving Unit (FSRU) Nusantara Regas Satu. Pasokan gas ke pelanggan pun sudah berjalan normal kembali.

Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, mengungkapkan bahwa gangguan yang mengakibatkan terhentinya aliran gas dari FSRU Nusantara Regas disebabkan oleh salah satu unit pemanas yang mengalami gangguan sistem kelistrikan. Gangguan tersebut terjadi sejak Jum’at (10/7) sekitar pukul 09.50 WIB. Namun beberapa jam kemudian sudah berhasil diperbaiki dan pasokan gas kembali pulih.

“Sehubungan dengan terhentinya pengaliran gas FSRU Nusantara Regas Satu, PT Nusantara Regas (NR) sebagai bagian dari keluarga subholding gas segera melakukan upaya perbaikan untuk meminimalkan dampak dari gangguan tersebut,” ujar Rachmat, Minggu (12/7).

Menurutnya, Nusantara Regas segera memulihkan kondisi gangguan dan gas dapat dialirkan kembali ke pembangkit listrik milik PT PLN (Persero) pada Jum’at siang pukul 14.55 WIB. Tentunya, pengerjaan pemulihan tersebut dengan mengutamakan keselamatan kerja dan keamanan infastruktur.

“Sebisa mungkin dipercepat pengerjaannya, tapi kami berkomitmen untuk tetap tidak melupakan aspek safety,” ungkap Rachmat.

Dia juga menjelaskan, PGN dan NR telah mengupayakan melakukan yang terbaik agar kejadian ini tidak berdampak terlalu luas dan menganggu kegiatan-kegiatan vital masyarakat terdampak, mengingat pentingnya energi listrik dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sejalan dengan PLN yang siaga menjaga pasokan listrik dan menerapkan standar yang lebih tinggi dalam penyediaan listrik.

NR memiliki portofolio mengelola FSRU Nusantara Regas berlokasi di Teluk Jakarta dengan kapasitas regasifikasi 500 MMSCFD, serta dapat menerima kapal LNG ukuran 125.000 m3 sampai dengan 155.000 m3. Melalui fasilitas ini, NR memenuhi kebutuhan pasokan gas bumi ke beberapa pembangkit listrik PLN.

“Pada saat kejadian kemarin, volume penyaluran gas sebesar 146 BBTUD. Selama kondisi pandemi Covid-19, terdapat penyesuaian demand dengan volume penyaluran pada kisaran 200 BBTUD. Sedangkan sebelum Covid-19 mewabah di tahun 2020, rata-rata penyaluran gas bumi mencapai 265 BBTUD,” ungkap Rachmat.

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyaman akibat gangguan yang terjadi. Ke depan, PGN dan NR akan berupaya melakukan perbaikan-perbaikan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan akibat gangguan yang terjadi, dan akan berupaya melakukan perbaikan-perbaikan agar kejadian tersebut tidak terulang lagi sehingga pelanggan dapat kembali menikmati gas sebagai energi baik yang efisien,” tegas Rachmat.

Sebagai subholding gas, PGN berkomitmen untuk bersinergi dengan PLN untuk meningkatkan utilisasi gas di sektor kelistrikan supaya dapat memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Dukungan PGN dalam sektor kelistrikan juga ditunjukan pada kapasitasnya dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi. Termasuk mengembangkan Small Scale LNG yang digunakan untuk memasok kebutuhan energi sektor kelistrikan dan mendukung implementasi Keputuran Menteri ESDM 91.K/ 2020 untuk mewujudkan listrik sebagai energi yang handal dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *